Jangan Tergoda oleh Tambang 18 Januari 2012
Posted by Frans in tambang.Tags: flores, kemiskinan, tambang
add a comment
Oleh FRANS OBON
SALAH satu rekomendasi seminar sehari di Kupang, Jumat (13/1/2012) tentang hasil investigasi oleh Jaringan Tokoh Agama Peduli Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (Jatab-Ekosob) dan Aliansi Masyarakat Peduli (Ahmadi) NTT adalah meminta pemerintah-pemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur untuk mencabut semua Izin usaha pertambangan (IUP) mangan yang sedang dalam proses dan menghentikan segala bentuk aktivitas pertambangan yang destruktif terhadap kehidupan masyarakat dan alam karena kegiatan tambang di NTT sarat dengan pelanggaran HAM (Flores Pos edisi 14 Januari 2012).
Bukan saja di Timor Barat dalam kaitan dengan pertambangan mangan, tetapi juga di Flores dan Lembata. Perdebatan panjang, malah melelahkan, telah terjadi di pulau ini soal perlu atau tidaknya masyarakat Flores dan Lembata menerima tambang. Sudah hampir lima tahun perdebatan ini terjadi, yang dimulai dari Lembata hingga ujung barat Flores.
(lagi…)
50 Tahun Hierarki Indonesia 18 Januari 2012
Posted by Frans in hierarki.Tags: flores, hierarki, Katolik
add a comment
Keuskupan Agung Ende merayakan 50 pembentukan hierarki Gereja Katolik Indonesia.
Oleh FRANS OBON
PERAYAAN 50 tahun hierarki Gereja Katolik Indonesia di tingkat Keuskupan Agung Ende dilangsungkan dalam sebuah perayaan ekaristi meriah di Gereja Christo Regi Katedral Ende, Selasa (3/1/2012), yang dipimpin Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota, yang didampingi Provinsial SVD Ende Pater Leo Kleden SVD dan Vikep Ende Romo Adolf Keo Pr dan puluhan imam konselebrantes.
Secara nasional, pesta emas pembentukan hierarki Gereja Katolik Indonesia, sudah dilangsungkan di Gereja Katedral Jakarta, November lalu, bertepatan dengan pertemuan para uskup dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).
Paus Yohanes XXIII melalui dekrit Quod Christus Adorandus tanggal 3 Januari 1961 menyetujui pembentukan hierarki Gereja Katolik Indonesia. Sebanyak 20 Vikariat Apostolik dan 7 Prefektur Apostolik, dengan kewenangan penuh mengatur pengembalaan umat baik dalam segi pembinaan iman, personel, dan kemandirian finansial, ditingkatkan menjadi keuskupan dengan enam provinsi Gerejani (Keuskupan Agung) yakni Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Agung Makasar, dan Keuskupan Agung Ende. Kemudian pada tahun 1966 dimekarkan lagi menjadi Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Agung Kupang (1989), Keuskupan Agung Palembang (2003), dan Keuskupan Agung Samarinda (2004).
(lagi…)
