Merawat Keluarga Katolik

Oleh FRANS OBON

SALAH SEORANG  tokoh masyarakat Ende, Yakobus Ari, menyebutkan bahwa Uskup Donatus Djagom SVD memiliki perhatian terhadap masalah perkawinan Katolik. “Dari sekian banyak hal, Beliau sangat memperhatikan soal perkawinan. Perhatiannya terhadap perkawinan Katolik luar biasa. Saya sangat terkesan dengan hal itu,” kata Yakobus Ari (Flores Pos edisi 1 Desember 2011).

Ribuan umat menghadiri misa pemakaman di Gereja Christo Regi di Jln Katedral Ende.

Kalau kita mendengar kata-kata pujian dan menyebut berbagai pencapaian yang diraih umat Katolik Keuskupan Agung Ende di bawah kepemimpinan 27 tahun Uskup Donatus Djagom, kita  yakin bahwa kata-kata pujian itu bukanlah sekadar basa basi, bukanlah sekadar memenuhi etika komunikasi bahwa tentang orang mati, kita harus selalu mengatakan yang baik.
Baca lebih lanjut

Memberdayakan Awam Katolik

Oleh FRANS OBON

SALAH SATU warisan berharga  Mgr Donatus Djagom SVD adalah pemberdayaan kelompok awam Katolik. Sebagai uskup pribumi kedua yang memimpin Keuskupan Agung Ende selama 27 tahun – setelah uskup pribumi pertama Mgr Gabriel Manek SVD — Uskup Donatus memikul tanggung jawab yang besar.

Peralihan kepemimpinan dari uskup-uskup berkebangsaan Eropa ke uskup-uskup yang lahir dari rahim tanah Flores dan sekaligus hasil didikan para misionaris Eropa, bukanlah perkara gampang. Di mana pun baik dalam kepemimpinan sekular maupun kepemimpinan religius, masa transisi dari suatu paradigma ke paradigma lain, selalu menimbulkan persoalan.

Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota melayat jenazah Uskup Emeritus Donatus Djagom SVD.

Pada masa awal kepemimpinannya pada tahun 1969,  Uskup Donatus ditantang oleh tuntutan baru dalam kehidupan menggereja di bawah semangat Konsili Vatikan II dan tuntutan baru setelah Tahta Suci Vatikan menyetujui dan mensahkan hierarki Gereja Katolik Indonesia pada tahun 1961. Ini berarti 8 tahun setelah peresmian hirarki Gereja Katolik Indonesia, Uskup Donatus diberi tugas untuk mengisi fase baru dalam kehidupan gereja Indonesia di Flores. Sayangnya ketika hierarki Indonesia berusia 50 tahun, dia pergi ke pangkuan Allah dan beristirahat dalam damai untuk selamanya.
Baca lebih lanjut

Ribuan Pelayat Antar Jenazah Uskup

Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota bersama para uskup yang hadir memberkati jenazah Uskup Donatus Djagom, SVD.

Oleh FRANS OBON

RIBUAN orang dengan wajah sedih sepanjang 1,5 kilometer mengantar jenazah mantan Uskup Agung Ende Mgr Emeritus Donatus Djagom SVD ke tempat pemakaman imam-imam praja di istana Keuskupan Ndona, sekitar 8 kilometer dari Kota Ende ke arah timur, Jumat (2/12).

Jenazah uskup pribumi kedua di Keuskupan Agung Ende ini diarak dari Gereja Christo Regi Katedral Ende setelah misa Requiem yang dipimpin Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota.

Sebelum peti jenazah ditutup, selama lima menit seluruh umat mengheningkan cipta sambil menundukkan kepala. Kemudian Uskup Vincent Sensi Potokota, Uskup Dioses Ruteng Mgr Hubertus Leteng, Provinsial SVD Ende Pater Leo Kleden SVD, Bupati Ende Don Bosco M Wangge, Yosef Nganggo (Kepala Kementeian Agama Kabupaten Ende), dan Martinus Nomak dari keluarga almarhum, memaku peti jenazah.
Baca lebih lanjut