jump to navigation

Lebih Gesit Lagi Mabar 3 November 2011

Posted by Frans in pemda.
Tags: , ,
add a comment

Oleh FRANS OBON

BUKANLAH  suatu kebetulan bahwa Harian Flores Pos menampatkan dua berita dari Manggarai Barat di halaman depannya (Flores Pos, edisi 21 Oktober 2011). Berita halaman depan, sebagaimana lazimnya di dunia persuratkabaran, menunjukkan urgensitas masalah. Besarnya dampak dan pengaruh terhadap kehidupan dan kepentingan umum masyarakat di dareah tersebut.
(lagi…)

Wela Bombang Pariwisata 23 Maret 2011

Posted by Frans in agama dan pariwisata.
Tags: , , ,
1 comment so far

Presentasi makalah (kiri-kanan) Pius Baut, Frans Obon, dan P Dr Hubert Muda SVD.

Oleh FRANS OBON

SEKITAR seratus penyuluh agama bukan pegawai negeri sipil dari Katolik, Protestan, Islam, dan Hindu berkumpul selama tiga hari (17-19 Maret 2011) di Hotel Pelangi Labuan Bajo untuk membahas peranan mereka dalam konteks pengembangan pariwisata Manggarai Barat.

Sejak tahun lalu, sebuah lembaga swadaya masyarakat berbasis di Swiss, New Seven Wonders of Nature mengadakan voting objek wisata di dunia, yang menurut masyarakat internasional menjadi salah satu keajaiban dunia. Salah satu dari objek wisata kelas dunia yang difavoritkan menjadi salah satu keajaiban dunia itu adalah binatang komodo (Varanus komodoensis) yang terdapat di Manggarai Barat. Pemenang lomba ini akan diumumkan November mendatang.
(lagi…)

Patung Komodo 23 Desember 2010

Posted by Frans in vote komodo.
Tags: , ,
add a comment

Oleh FRANS OBON

Binatang purba Varanus komodoensis di Manggarai Barat kembali menjadi topik hangat. Sebelumnya protes merebak dari ujung barat hingga timur Flores mengenai rencana pemindahan komodo dari habitatnya di cagar alam Wae Wul ke Bali. Pemindahan aset wisata Manggarai Barat ini dinilai sebagai salah satu proses sistematis pemiskinan masyarakat Flores sebab sama saja artinya memindahkan sumber daya ekonomi masyarakat Flores dari sisi pariwisata, kendati ada kelemahan dari pemerintah lokal yang tidak memberi perhatian pada kelestarian biawak raksasa itu. Dengan kata lain meski ancaman kepunahan itu diakibatkan oleh ketidakmampuan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset-aset daerahnya sebagai mesin pencetak uang, namun tidaklah menjadi alasan bagi pencabutan sumber daya ekonomi masyarakat lokal ke daerah lain.
(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.