Tekun dengan Yang Lokal 3 Desember 2010
Posted by Frans in budaya.Tags: budaya, multikultural, pendidikan
add a comment
Oleh FRANS OBON
Warna lokal cukup kental pada perayaan 475 tahun berdirinya Ordo Santa Ursula di Ende, pada perayaan puncak 25 November 2010, yang bertepatan dengan perayaan Hari Guru Nasional. Perayaan ekaristi yang berlangsung di halaman tengah kompleks persekolahan Suster-Suster Ursulin ini dipimpin Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota, di bawah tema: Bertekun dan Maju Sampai Akhir.
(lagi…)
Tak Ada Klaim Tunggal 9 Juni 2009
Posted by Frans in multikulturalisme.Tags: koeksistensi, multikultural
add a comment
Peraih Nobel dalam bidang ekonomi tahun 1998 Amartya Sen menulis sebuah opini: A World Not Neatly Divided (Sebuah Dunia yang Tak Terbagi dengan Rapi) (New York Times, 23 November 2001). Dunia memang tidak pernah dibagi secara ketat. Dia bilang, banyak orang keliru mengerti tesis Samuel Huntington tentang perbenturan peradaban (clash civilasation). Kelemahan dasar dari teori Huntington adalah penggunaan kategorisasi tertentu dalam menilai sebuah masyarakat. Kategori sivilisasi terkesan artifisial dan tidak konsisten sebab ada banyak cara dalam melihat masyarakat (dari perspektif politik, bahasa, kelas, afiliasi, dan lain-lain).
(lagi…)

