Natal untuk Keadaban Publik 28 Desember 2010
Posted by Frans in pesta natal.Tags: inkulturasi, natal, teologi
add a comment
Oleh FRANS OBON
Natal datang lagi. Seperti musim, Natal datang bersamaan dengan hampir rampungnya tahun lama dan tidak lama lagi kita menuju tahun baru. Kadang-kadang Natal datang sebagai sebuah rutinitas dan kesempatan meraup keuntungan ekonomis dari hasil penjualan suvenir dan barang-barang konsumtif dan ornamen Natal yang makin meningkat yang pada akhirnya juga melahirkan sikap dan mentalitas konsumeristis.
Di Ruteng, Kabupaten Manggarai orang menyambut Natal dengan membuat kandang Natal di tempat publik dan di lorong-lorong (Flores Pos edisi 23 Desember 2010). Lampu kelap kelip. Natal pun makin dirasakan. Di Indonesia, ekspresi keagamaan di wilayah publik adalah hal biasa. Orang biasa melakukan arak-arakan dan iring-iringan kendaraan menyambut perayaan keagamaan di jalan-jalan umum. Orang bisa melakukan prosesi keagamaan di jalan. Memang kadang-kadang batas tipis antara kepentingan publik yang majemuk dan plural dan kepentingan keagamaan amat dengan mudah ditembus sehingga ada campur aduk kepentingan.
(lagi…)
Vigili Kehidupan 17 Desember 2010
Posted by Frans in natal.Tags: bunuh diri, inkarnasi, natal
add a comment
Oleh FRANS OBON
Selama tahun ini jumlah kasus bunuh diri meningkat di Flores. Sebagian besar korban adalah anak-anak dan kaum muda dengan usia produktif. Motif dan alasan bunuh diri hampir tidak terungkap. Umumnya dari keterangan keluarga, para pelaku tidak memiliki problem dalam kehidupan harian mereka. Tapi saya kira budaya malu (a shame culture) dan budaya bisu (silent culture) yang masih dominan di Flores menjadi penyebab utama mengapa motif dan alasan dari kasus-kasus tersebut hampir tidak pernah terungkap. Sebab kasus-kasus tersebut juga menyangkut nama baik dan kebanggaan sosial keluarga.
(lagi…)

