Natal untuk Keadaban Publik 28 Desember 2010
Posted by Frans in pesta natal.Tags: inkulturasi, natal, teologi
add a comment
Oleh FRANS OBON
Natal datang lagi. Seperti musim, Natal datang bersamaan dengan hampir rampungnya tahun lama dan tidak lama lagi kita menuju tahun baru. Kadang-kadang Natal datang sebagai sebuah rutinitas dan kesempatan meraup keuntungan ekonomis dari hasil penjualan suvenir dan barang-barang konsumtif dan ornamen Natal yang makin meningkat yang pada akhirnya juga melahirkan sikap dan mentalitas konsumeristis.
Di Ruteng, Kabupaten Manggarai orang menyambut Natal dengan membuat kandang Natal di tempat publik dan di lorong-lorong (Flores Pos edisi 23 Desember 2010). Lampu kelap kelip. Natal pun makin dirasakan. Di Indonesia, ekspresi keagamaan di wilayah publik adalah hal biasa. Orang biasa melakukan arak-arakan dan iring-iringan kendaraan menyambut perayaan keagamaan di jalan-jalan umum. Orang bisa melakukan prosesi keagamaan di jalan. Memang kadang-kadang batas tipis antara kepentingan publik yang majemuk dan plural dan kepentingan keagamaan amat dengan mudah ditembus sehingga ada campur aduk kepentingan.
(lagi…)
Inspirasi Agama 3 Oktober 2010
Posted by Frans in teologi ekologi, Uncategorized.Tags: ekologi, lingkungan hidup, tambang, teologi
add a comment
Oleh FRANS OBON
Jangan hanya melihat masalah tambang dari sudut teologi, begitu kata Wakil Bupati Manggarai Kamelus Deno menanggapi desakan para pendemo soal tambang pada peringatan Hari Tani Nasional di Ruteng. Pemerintah telah menghentikan izin tambang tapi dalam proses hukum, pemerintah kalah. Prosesnya masih ada di tingkat kasasi di Mahkamah Agung (Flores Pos edisi 25 September 2010).
(lagi…)
Ekaristi dan Komunitas 13 Juni 2009
Posted by Frans in agama dan perubahan sosial.Tags: dan kitab suci, ekaristi, teologi
add a comment
Judul ini saya ambil dari tema pertemuan 80 teolog, misionaris, dan aktivis awam dari 11 negara Asia. Tema lengkapnya “ Ekaristi dan Komunitas – Melampau Semua Penghalang (Eucharist and Community – Beyond and All Barriers). Pertemuan ini digelar tanggal 18-20 Mei di Pusat Retret St Benediktus di Seoul, Korea Selatan dan diselenggarakan oleh Gerakan Katolik Internasional untuk Urusan Intelektual dan Kultural (International Catholic Movement for Intellectual and Cultural Affairs/ICMICA) dan Institut Teologi Woori (Woori Theology Institute/WTI) yang berbasis di Seoul.
(lagi…)


