Arsip Tag: uskup

Jangan Jadi Penonton

IMG_2427

Oleh FRANS OBON

SELAMA empat pekan ke depan, umat Katolik memasuki masa Adventus, masa perenungan dan persiapan lahir dan batin untuk menyambut Natal. Adventus adalah sebuah kesempatan untuk berefleksi, untuk melihat kembali ke dalam diri dalam konteks relasi vertikal dengan Tuhan dan relasi horisontal dengan sesama manusia dan tata ciptaan lainnya.

Dalam konteks itu, Surat Gembala masa Adventus Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota pada tahun 2013 mengajak umat Katolik, termasuk di dalamnya semua orang yang berkehendak baik, untuk melihat kembali tata kehidupan sosial kita. Surat Gembala itu mengajak umat Katolik untuk berpartisipasi aktif di dalam kehidupan bersama sebagai bangsa dan negara. Umat Katolik diajak untuk terlibat secara penuh di dalam pergulatan kemanusiaan untuk menciptakan tata kehidupan sosial yang tertib dan sejahtera lahir dan batin. Tuntutan ini yang sifatnya imperatif adalah bagian dari tanggung jawab umat Katolik untuk memberikan kontribusi bagi kehidupan bersama dalam segala segi. Dengan demikian, tuntutan untuk berpartisipasi aktif itu merupakan prasyarat dasar bagi orang Katolik agar sungguh-sungguh menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen warga negara Indonesia.
Baca lebih lanjut

Setiakawan Lintas Batas

Oleh FRANS OBON

DALAM suasana perayaan 100 tahun kehadiran Gereja Katolik di Manggarai, Uskup Ruteng Mgr Hubert Leteng menerbitkan surat Gembala Prapaskah tentang solidaritas di dalam kehidupan masyarakat Manggarai (Flores Pos edisi 2 Maret 2012).

Perayaan ekaristi Hari Rabu Abu, menandai puasa selama 40 hari Umat Katolik. Perayaan ekaristi di Paroki Onekore, Keuskupan Agung Ende.

Dari surat gembala itu, ada tiga dimensi yang ingin kita refleksikan. Sekurang-kurangnya ada tiga ruang, yang perlu diperbarui dan dibersihkan agar kehidupan iman umat Katolik di Manggarai bisa memberikan kemaslahatan pada kehidupan bersama. Tujuan dari pembaruan itu, sebagaimana dikatakan Uskup, terbinanya kehidupan yang rukun dan adil, berseminya nilai kejujuran dan kebenaran dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Manggarai. Dan tentu saja dalam konteks perayaan yubileum 100 tahun Gereja Katolik, refleksi ini menjadi penting dan mendapatkan momen yang tepat dan di dalam lokus yang lebih kontekstual.
Baca lebih lanjut

Merawat Keluarga Katolik

Oleh FRANS OBON

SALAH SEORANG  tokoh masyarakat Ende, Yakobus Ari, menyebutkan bahwa Uskup Donatus Djagom SVD memiliki perhatian terhadap masalah perkawinan Katolik. “Dari sekian banyak hal, Beliau sangat memperhatikan soal perkawinan. Perhatiannya terhadap perkawinan Katolik luar biasa. Saya sangat terkesan dengan hal itu,” kata Yakobus Ari (Flores Pos edisi 1 Desember 2011).

Ribuan umat menghadiri misa pemakaman di Gereja Christo Regi di Jln Katedral Ende.

Kalau kita mendengar kata-kata pujian dan menyebut berbagai pencapaian yang diraih umat Katolik Keuskupan Agung Ende di bawah kepemimpinan 27 tahun Uskup Donatus Djagom, kita  yakin bahwa kata-kata pujian itu bukanlah sekadar basa basi, bukanlah sekadar memenuhi etika komunikasi bahwa tentang orang mati, kita harus selalu mengatakan yang baik.
Baca lebih lanjut

Memberdayakan Awam Katolik

Oleh FRANS OBON

SALAH SATU warisan berharga  Mgr Donatus Djagom SVD adalah pemberdayaan kelompok awam Katolik. Sebagai uskup pribumi kedua yang memimpin Keuskupan Agung Ende selama 27 tahun – setelah uskup pribumi pertama Mgr Gabriel Manek SVD — Uskup Donatus memikul tanggung jawab yang besar.

Peralihan kepemimpinan dari uskup-uskup berkebangsaan Eropa ke uskup-uskup yang lahir dari rahim tanah Flores dan sekaligus hasil didikan para misionaris Eropa, bukanlah perkara gampang. Di mana pun baik dalam kepemimpinan sekular maupun kepemimpinan religius, masa transisi dari suatu paradigma ke paradigma lain, selalu menimbulkan persoalan.

Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota melayat jenazah Uskup Emeritus Donatus Djagom SVD.

Pada masa awal kepemimpinannya pada tahun 1969,  Uskup Donatus ditantang oleh tuntutan baru dalam kehidupan menggereja di bawah semangat Konsili Vatikan II dan tuntutan baru setelah Tahta Suci Vatikan menyetujui dan mensahkan hierarki Gereja Katolik Indonesia pada tahun 1961. Ini berarti 8 tahun setelah peresmian hirarki Gereja Katolik Indonesia, Uskup Donatus diberi tugas untuk mengisi fase baru dalam kehidupan gereja Indonesia di Flores. Sayangnya ketika hierarki Indonesia berusia 50 tahun, dia pergi ke pangkuan Allah dan beristirahat dalam damai untuk selamanya.
Baca lebih lanjut

Ribuan Pelayat Antar Jenazah Uskup

Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota bersama para uskup yang hadir memberkati jenazah Uskup Donatus Djagom, SVD.

Oleh FRANS OBON

RIBUAN orang dengan wajah sedih sepanjang 1,5 kilometer mengantar jenazah mantan Uskup Agung Ende Mgr Emeritus Donatus Djagom SVD ke tempat pemakaman imam-imam praja di istana Keuskupan Ndona, sekitar 8 kilometer dari Kota Ende ke arah timur, Jumat (2/12).

Jenazah uskup pribumi kedua di Keuskupan Agung Ende ini diarak dari Gereja Christo Regi Katedral Ende setelah misa Requiem yang dipimpin Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota.

Sebelum peti jenazah ditutup, selama lima menit seluruh umat mengheningkan cipta sambil menundukkan kepala. Kemudian Uskup Vincent Sensi Potokota, Uskup Dioses Ruteng Mgr Hubertus Leteng, Provinsial SVD Ende Pater Leo Kleden SVD, Bupati Ende Don Bosco M Wangge, Yosef Nganggo (Kepala Kementeian Agama Kabupaten Ende), dan Martinus Nomak dari keluarga almarhum, memaku peti jenazah.
Baca lebih lanjut