Fokus pada Masalah Korupsi

Demonstrasi masyarakat soal dana bantuan sosial di Sikka.

Oleh FRANS OBON

Masalah dana bantuan sosial (Bansos) di Kabupaten Sikka memasuki satu fase baru dan telah pula memanaskan politik (lokal) di Sikka. Dua kelompok menggelar demonstrasi, beberapa hari ini, baik di kantor bupati, kantor DPRD, maupun di kantor Kejaksaan Negeri Maumere dengan mengusung agenda berbeda.

Satu kelompok mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus dana Bansos dari tangan kejaksaan dan menuntut pengunduran diri bupati dan wakil bupati Sikka. Oleh karena bupati dan wakil bupati dinilai bertanggung jawab atas pengelolaan dana Bansos Rp10,7 miliar. Kelompok ini disertai dengan aksi mogok makan oleh beberapa aktivis yang menuntut kasus dana Bansos dituntaskan sampai ke akar-akarnya dan membawa semua pihak yang terlibat ke pengadilan.

Namun pihak kejaksaan telah menjawab bahwa KPK tidak akan mengambil alih kasus dana Bansos ini dari tangan kejaksaan. KPK hanya melakukan pengawasan, monitoring dan supervisi dan KPK akan selalu mendapatkan laporan dari perkembangan kasus ini. Paling tidak itulah yang disampaikan oleh kejaksaan kepada publik.

Sementara itu satu kelompok lain menggelar demonstrasi menuntut agar kejaksaan segera menangkap dua tersangka kasus dana Bansos dan “mengejar” juga kasus-kasus lainnya di masa lalu. Kelompok ini juga menyatakan akan mendukung kepemimpinan bupati dan wakil bupati, bahkan dukungan itu diberikan sampai titik darah terakhir.

Menurut kelompok ini kepemimpinan bupati dan wakil bupati tidak bisa dilengserkan hanya karena ambisi dan keinginan dari elite-elite tertentu atau kelompok kecil warga yang mengatasnamakan rakyat Sikka.

Di dalam konteks berdemokrasi, tia-tiap warga negara atau kelompok masyarakat memang berhak menyampaikan pendapatnya dalam soal penyelenggaraan pemerintahan. Karena pemerintah mengurus masalah publik (res publica) maka sudah seharusnya ada partisipasi dan kontrol dari masyarakat terhadap penggunaan dan pelaksanaan pemerintahan. Adalah sah juga tiap orang dan kelompok kepentingan di dalam masyarakat untuk mengajukan protes atas dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan keuangan negara.

Dalam kasus dana Bansos di Sikka, esensinya adalah penegakan hukum atas dugaan penyelewengan penggunaan dana publik oleh pemerintah. Kejaksaan telah meminta keterangan dari berbagai pihak dan juga DPRD Sikka telah membentuk pansus untuk mengetahui ke mana saja dana Bansos mengalir. Semua usaha ini bertujuan agar duduk masalah dalam kasus ini terang benderang.

Tentu bukan saja supaya kita tahu duduk masalahnya, tapi menuntut pertanggungjawaban. Jadi, esensinya yang lain adalah permintaan pertanggungjawaban dari para pengambil kebijakan terhadap penggunaan dana Bansos. Siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam masalah ini baik itu soal penggunaan dana maupun kewenangan yang memutuskan dana ini keluar dari kantong pemerintah.

Karena itu fokus kita tidak boleh bergeser dari sana yakni penegakan hukum dalam kasus dana Bansos. Siapa yang paling bertanggung jawab di sana, maka dialah yang bertanggung jawab secara hukum. Kita tentu saja perlu mendukung langkah-langkah penegakan hukum. Kita menuntut penegak hukum agar serius dan komit untuk membawa semua orang yang bertanggung jawab dalam penyalahgunaan keuangan publik (dana Bansos).

Pada era reformasi ini, informasi menyebar secara terbuka. Publik tahu dan secara akal sehat juga bisa menduga siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Karena itu perlu keberanian dari kejaksaan untuk membawa siapa saja yang bertanggung jawab. Itulah esensi dari protes-protes masyarakat dalam kasus ini.

Bentara, Flores Pos 28 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s