Lebih Gesit Lagi Mabar

Oleh FRANS OBON

BUKANLAH  suatu kebetulan bahwa Harian Flores Pos menampatkan dua berita dari Manggarai Barat di halaman depannya (Flores Pos, edisi 21 Oktober 2011). Berita halaman depan, sebagaimana lazimnya di dunia persuratkabaran, menunjukkan urgensitas masalah. Besarnya dampak dan pengaruh terhadap kehidupan dan kepentingan umum masyarakat di dareah tersebut.

Dua masalah yang kita angkat sama-sama menyentuh kehidupan publik rakyat setempat, yang sudah seharusnya mendapat perhatian dari pemerintah. Masalah pertama adalah sikap pemerintah yang masih menunggu data dan laporan dari Kecamatan Sano Nggoang terkait korban angin puting beliung.

Belum adanya data dan laporan dari pihak kecamatan menyebabkan pemerintah kabupaten belum bisa memberikan bantuan. Belum lagi data-data dan laporan yang disampaikan oleh pihak kecamatan itu nantinya akan diverifikasi agar bantuan yang diberikan tepat sasar dan tepat orang.

Kedua, ajakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada seluruh rakyat Indonesia agar berpartisipasi dalam mendukung komodo sebagai salah satu keajaiban baru dunia melalui pesan singkat. Kampanye dukungan terhadap komodo sebagai salah satu keajaiban dunia sudah lama dilakukan, terutama dalam konteks new seven wonders di dunia.

Dua persoalan ini sama-sama menuntut satu hal dari cara pemerintah Manggarai Barat mengoperasikan mesin birokrasi dan mesin pemerintahan daerah yakni sikap gesit menyikapi sesuatu. Jarak Sano Nggoang dengan Labuan Bajo dalam konteks kemajuan teknologi komunikasi saat ini tidaklah seberapa. Dari segi spasial (ruang) memang agak jauh, tetapi kemajuan komunikasi saat ini memungkinkan jarak spasial itu menjadi kecil.

Kita memang bisa melempar tanggung jawab. Yang di atas bisa marah-marah bahwa pemerintahan kecamatan tidak gesit. Tapi juga sikap ini menggambarkan mentalitas yang di atas bahwa cara kita mengoperasikan pemerintahan lebih business as usual. Apakah karena sering ditimpa bencana sehingga sikap kita juga business as usual?

Kalau dalam hal ini saja sikap kita sudah demikian lamban, maka bukanlah hal yang mengherankan juga sikap yang sama tercermin di dalam kampanye besar komodo jadi salah satu dari keajaiban dunia. Pemerintah Manggarai Barat sudah diuntungkan oleh kampanye nasional mengenai komodo.

Media ini terus menerus mendorong Manggarai Barat untuk berusaha sekuat tenaga mengambil keuntungan dari segala segi terhadap kampanye besar ini. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana pemerintah Manggarai Barat menata Labuan Bajo dan sekitarnya untuk memetik manfaat dari kampanye ini. Kampanye pariwisata sebagai leading sector di Manggarai Barat seakan tidak kelihatan gregetnya manakala kita lihat Labuan Bajo sebagai parameternya.

Kita sekali lagi mendorong pemerintah Manggarai Barat untuk lebih gesit lagi dalam menangkap peluang-peluang baru dari bisnis pariwisata. Kita mendorong pemerintah Manggarai Barat untuk berpikri global dan bertindak lokal.

Bertindak lokal tidak lain adalah menggunakan kesempatan dan peluang untuk mendapatkan manfaat dari pembangunan bagi masyarakat lokal dengan bertitik tolak pada kemampuan dan sumber daya lokal. Ini hanya jadi mimpi jika greget pemerintahan Manggarai Barat tidak tampak. Lebih gesit lagi Mabar.

Bentara, Flores Pos edisi, 22 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s