Nagekeo Repot dengan Senam

Oleh FRANS OBON

PROGRAM senam bagi para guru di Nagekeo menuai protes. Yang diprotes adalah soal pungutan uang sebesar Rp200.000. Malah dikatakan bisa lebih dari itu. Karena angka ini belum termasuk biaya penginapan dan transportasi dari sekolah masing-masing ke Mbay, tempat kegiatan berlangsung. Program senam ini merupakan kerja sama Dinas PPO dengan pihak ketiga (Flores Pos edisi 20 Oktober 2011 dan edisi 19 Oktober 2011).

Menurut anggota DPRD Nagekeo, Frans Ave, program senam yang diselenggarakan Dinas PPO Nagakeo ini tidak mendesak. Ave mengatakan, program senam itu tidak terlalu urgen saat ini. Sekarang yang lebih urgen adalah urus dulu dana alokasi khusus (DAK) yang belum beres di Dinas PPO. Urusan senam cukup dengan jai dan iki me’a, sudah sehat.

Sedangkan kepala seksi olahraga pada Dinas PPO Nagekeo Gaspar Ndanda mengatakan, dia sudah mengumumkan kepada guru-guru bahwa tidak ada paksaan untuk membeli paket senam. “Kita tidak paksa dan ada yang sudah ambil pulang uang dan memang banyak yang tidak ambil,” katanya.

Kasus ini memperlihatkan dua hal ini. Pertama, dari keterangan kepala dinas dan bawahannya, terlihat tidak adanya koordinasi yang baik. Kita tidak tahu bahwa kesan itu sengaja dibuat untuk saling lempar tanggung jawab atau memang demikian fakta yang terjadi. Antara kepala dinas dan bawahannya ada perbedaan. Siapa yang bertanggung jawab dalam masalah ini. Bukankah kepala dinas harus bertanggung jawab ke dalam dan keluar? Ketidaksinkronan ini menunjukkan bahwa program ini bukan didasarkan pada kebutuhan, melainkan lebih didasarkan pada peluang dan kesempatan.

Kedua, yang sampingan diutamakan, yang utama dikesampingkan. Memang benar seperti pepatah Latin “dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (mens sana in corpore sano). Namun, soal pilihan apakah senam sebuah kebutuhan penting dan mendesak sekarang ini atau tidak? Kita menilai bahwa senam yang diwajibkan pada semua guru dengan biaya yang terbilang besar tidaklah terlalu mendesak.

Yang paling utama adalah bagaimana Dinas PPO melakukan pembenahan di semua lini dalam bidang pendidikan untuk meningkatkan mutu tamatan sekolah-sekolah di Nagekeo. Standar kita tentu saja tidak terbatas pada persentase lulusan, melainkan mutu tamatannya.

Pilihan ini menunjukkan bahwa kita mestinya memberi perhatian pada hal-hal utama dalam dunia pendidikan dan bukan pada hal yang remeh temeh. Fokus pada pembenahan proses pendidikan itu penting dilakukan untuk mendongkrak mutu pendidikan di Nagekeo. Karena itu Dinas sebagai lembaga pembuat perencanaan strategis pendidikan di Nagekeo tidak perlu repot dengan hal-hal remeh temeh seperti senam ini, melainkan fokus pada hal-hal mendasar di bidang pendidikan. Jadi, dinas tidak perlu terlalu repot dengan senam, melainkan perlu repot dengan hal-hal yang substansial.

Bentara, Flores Pos edisi 21 Oktober 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s