Persaudaraan Sejati

Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota dalam prosesi pentahtaan sakramen mahakudus di Paroki Katedral Ende, Minggu (20/11).

OLEH FRANS OBON

USKUP Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota menegaskan lagi visi kristen mengenai kepemimpinan dalam masyarakat. Dalam konteks perayaan Yesus Kristus Raja Semesta Alam di Paroki Katedral Ende, Minggu, Uskup Agung ini menegaskan bahwa tugas kepemimpinan dalam konteks Injil adalah tugas kegembalaan. Para pemimpin bertugas menuntun rakyat ke dalam komunitas persaudaraan sejati (Flores Pos edisi 21 November 2011).

Imbauan dan ajakan Uskup Agung Ende sebenarnya merupakan visi dasar dari pengembangan dan pembentukan gereja lokal Keuskupan Agung Ende sebagaimana prinsip dasar dari gerakan komunitas umat basis.
Konsekuensi dari pemahaman kepemimpinan sebagai gembala adalah bahwa tugas pemimpin adalah menghantarkan semua warga negara ke dalam kehidupan bersama yang lebih baik atau persaudaraan sejati sebagai tujuan asali dari kehidupan manusia.

Persaudaraan sejati itu tidak lain adalah kepentingan dan kebaikan umum masyarakat. Ini artinya yang harus diperjuangkan dalam penggunaan kekuasaan adalah kepentingan dan kebaikan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan. Kepentingan semua orang tanpa membeda-bedakan baik dari segi agama, etnis, maupun status sosial.

Sebagaimana dalam Injil disebutkan bahwa seorang gembala tidak akan tenang hatinya jika satu ekor domba belum ditemukan. Maka demikian pula dalam perspektif kekuasaan sekular, kepemimpinan sebagai tugas kegembalaan tidak lain bahwa pemimpin harus memperhitungkan juga warga negara yang oleh satu dan lain sebab berada dalam ketidakmampuan, entah secara ekonomis, politis, sosial, atau halangan fisik. Hal ini juga berarti bahwa kekuasaan haruslah membela kepentingan orang kecil, orang lemah, dan yang tidak punya kuasa, baik politik maupun ekonomi. Kekuasaan tidak boleh berlaku sewenang-wenang terhadap orang kecil, lemah, dan tak berdaya. Sebaliknya visi kepemimpinan sebagai kegembalaan diharuskan memperhatikan dan mengangkat yang lemah, miskin-hina dina.

Dengan demikian pula kebijakan orang-orang yang berkuasa tidak boleh merugikan kehidupan orang kecil, sederhana, dan miskin-hina dina, yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada orang-orang yang beruntung dalam hidupnya. Orang-orang yang kuat kuasa tidak dibolehkan untuk mengorbankan kehidupan orang lemah dan kecil. Sebaliknya seperti seorang gembala, seorang pemimpin harus berani mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk melindungi domba-dombanya dari serangan serigala kapitalisme global dan kerakusan ekonomi neoliberalisme yang mengejar kekayaan alam di negara lain untuk kemakmuran negaranya.

Visi kepemimpinan kegembalaan tentu saja dari karakter dasarnya tidak hanya berlaku untuk pemimpin kelompok agamawan, tapi harus pula menjadi visi kepemimpinan pemerintah, terutama dalam konteks kehidupan masyarakat Flores. Kebijakan pembangunan yang diambil oleh para pemimpin di Flores tidak boleh merugikan masyarakat luas hanya demi kepentingan segelintir orang.

Visi ini mengharuskan para pemimpin memandang masyarakat sebagai sebuah komunitas persaudaraan sejati tempat di mana semua orang mendapatkan manfaat dari pembangunan. Tidaklah adil secara etis keuntungan diperoleh segelintir orang tapi risiko ditanggung oleh semua warga.

Gerakan komunitas umat basis di Flores tidak lain dalam konteks ini adalah mau menumbuhkan kepemimpinan di tingkat lokal pada semua level dalam masyarakat yang bersikap solider dengan sesama, peduli dengan nasib orang lain tanpa sekat agama dan etnis. Persaudaraan sejati hanya bisa terwujud kalau para pemimpin di segala level di Flores merangkul dan mengusahakan kesejahteraan semua orang.

Bentara, Harian Flores Pos, edisi 23 November 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s