Bukan Sekadar Proyek

Oleh FRANS OBON

PROGRAM pengembangan ekonomi rakyat dari pemerintah Kabupaten Ngada telah mulai bergulir. Pemerintah memberikan bantuan ternak sapi, kambing dan babi kepada para petani di desa-desa di bawah payung Program Perak.

Dalam kerangka Program Perak itu, sebanyak 51 kepala keluarga (KK) di Desa Boba, Kecamatan Golewa mendapat bantuan ternak babi sebanyak 153 ekor. Sedangkan para petani yang belum mendapat bantuan pada tahap pertama ini, mereka akan mendapatkannya pada tahap kedua (Flores Pos edisi 8 Desember 2011).

Untuk mengantisipasi serangan penyakit terhadap ternak bantuan ini, pemerintah Desa Boba telah meminta seorang lulusan Sekolah Menengah Pertanian Atas (SPMA) jurusan peternakan untuk mengobati bibit ternak yang sakit.

Tentu saja ini bukan pertama kali pemerintah lokal di Flores memberikan bantuan ternak kepada para petani. Di beberapa kabupaten di Flores, bantuan ternak juga pernah diberikan.

Namun haruslah diakui bahwa bantuan ternak ini ibarat benih jatuh. Ada yang jatuh di atas tanah yang subur dan bertumbuh dengan baik, ada yang jatuh di antara bebatuan sehingga hidup enggan mati tak mau, dan ada pula yang jatuh di antara ilalang, yang membuatnya bisa mati total.

Bantuan ternak ini sebetulnya adalah stimulus dari pemerintah. Intervensi pemerintah ini bergerak di bawah nama program (proyek) yang dikelola Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sebagai sebuah program tentu ada limit waktunya. Ada batasnya. Oleh karena itu juga intervensi pemerintah selesai setelah deadline program selesai.

Tugas pemerintah adalah menyelesaikan seluruh proses administrasi sesuai dengan spesifikasi sehingga proyek tersebut tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Kalau secara administrasi sudah beres dan program tersebut sudah berjalan sesuai dengan ketentuan, maka intervensi pemerintah sudah berhenti di sana.

Dalam program seperti ini tanggung jawab utama ada pada para petani peternak yang menerima bantuan. Kuncinya adalah mau berubah atau tidak.

Hal ini penting disampaikan karena sudah banyak sekali bantuan baik dana maupun ternak telah diberikan kepada masyarakat di desa-desa. Tapi perubahan yang lebih signifikan tidak terlihat sama sekali.

Kegagalan ini tidak sepenuhnya disumbangkan oleh kesalahan analisis kebutuhan rakyat di tingkat pemerintah, tetapi juga masyarakat memberi kontribusi pada kegagalan pada proyek bantuan seperti ini.
Kalau sejak awal masyarakat memandang ini sebagai proyek bantuan, maka sudah pasti hal ini menjadi benih awal kegagalan dari proyek ini. Sebab di sini, para penerima bantuan akan jatuh pada mentalitas proyek. Bantuan ini dianggap sebagai sekadar proyek pemerintah.

Namun kalau bantuan ini dilihat sebagai intervensi yang perlu bagi perubahan kondisi ekonomi dan kehidupan para petani, maka sudah seharusnya para petani menerima bantuan ternak ini dengan sebuah tanggung jawab. Ini artinya para penerima bantuan merawat, memelihara dan mengembangbiakkan ternak bantuan dengan berlipat ganda untuk peningkatan ekonomi masyarakat sendiri.

Kita memang akui bahwa mentalitas kita semua sudah tercemar oleh pembangunan dengan pola proyek. Proyek habis, habis pula bantuan yang diberikan. Mentalitas itulah yang menyebabkan hamburan uang dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di pedesaan tidak punya dampak yang signifikan bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu kita belajar dari kesalahan masa lalu dan kita benahi kembali cara kita berpikir. Kita ubah mindset kita bahwa bantuan ternak yang diberikan di bawah payung Program Perak ini tidak sekadar proyek. Kita tumbuhkan lagi rasa tanggung jawab demi perbaikan kondisi ekonomi kita.

Bentara, edisi 9 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s