Korban Proyek Pemerintah

Oleh FRANS OBON

WAKIL Ketua DPRD Manggarai Rafael Nanggur meminta masyarakat Desa Wae Renca, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai agar bijak mengatur lahan pertaniannya. Bijak agar membagi secara proporsional pemanfaatan lahan pertanian untuk tanaman komoditas perdagangan dan lahan untuk tanaman pangan (Flores Pos edisi 2 Desember 2011).

Para petani di Kampung Nara, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Flores.

“Saya minta petani di wilayah ini bijak atur lahan. Karena wilayah kita ini sudah dikenal minus stok pangan. Wilayah kita ini stok produksi pangannya kecil sekali. Kita masuk evaluasi minus stok pangan,” katanya.

Kepala Desa Wae Renca, Yakobus Jehakon mengatakan bahwa masyarakat setempat mengalami kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka karena produksi kemiri, yang menjadi andalan masyarakat setempat, menurun tajam (Flores Pos edisi 3 Desember 2011).

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2011 di Kabupaten Manggarai, yang diadakan di Nanu, Rahong Utara, data-data pemerintah menunjukkan bahwa Kecamatan Cibal adalah kecamatan dengan stok produksi pangan yang paling kecil di Kabupaten Manggarai. Evaluasi pemerintah menyebutkan bahwa hal ini terjadi karena hampir 80 persen lahan pertanian produktif digunakan untuk menanam komoditas perdagangan terutama kemiri dan jambu mete. Belakangan banyak pula para petani menanam kakao, jati, sengon, dan lain-lain.

Salah satu alasan mengapa pemanfaatan lahan pertanian di Kecamatan Cibal tidak proporsional adalah karena kebijakan dan program pemerintah. Pada masa lalu Kepala Desa Wae Renca (almarhum) Zakarias Soda pernah mendapat penghargaan dari pemerintah karena kepeloporannya dalam menanam tanaman perdagangan kemiri. Tanam sekali lagi tanam, slogan masa itu.

Pengembangan kemiri terutama di Kecamatan Cibal utara adalah hasil dari proyek pemerintah. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian pada masa itu gencar mengkampanyekan pengembangan kemiri dengan membagikan bibit kemiri kepada para petani, termasuk proyek hutan ampupu. Para petani menanam lahan produktif mereka dengan kemiri. Karena ditanam secara bersamaan di satu kebun komunal (lingko bahasa setempat), maka seluruh lingko dipenuhi dengan kemiri. Konsekuensinya kebun-kebun itu tidak lagi dikerjakan untuk menanam tanaman pangan.

Belakangan terutama di Cibal utara, para petani menanam jambu mete. Di lahan-lahan yang masih kosong atau belum ditanami kemiri, para petani menanam jambu mete dan kakao.

Dengan demikian siklus dan sistem pertanian masyarakat Cibal sudah berubah sama sekali. Lahan yang masih tersisa adalah lahan persawahan, yang jumlahnya sangat sedikit. Sedangkan para petani yang tidak punya sawah tidak punya lahan lagi untuk menanam tanaman pangan.

Dengan demikian praktis produksi padi dan jagung sudah kosong. Sebaliknya seluruh biaya kehidupan masyarakat tergantung pada komoditas perdagangan baik untuk pembiayaan pendidikan anak-anak maupun untuk membeli kebutuhan sembilan bahan pokok. Kalau produksi tanaman perdagangan meningkat dan harganya bagus, maka para petani bisa membeli kebutuhan pokok. Kalau tidak, maka para petani mengalami kesulitan luar biasa.

Hal lain yang membebani lahan pertanian kita adalah proyek hutan rakyat. Maka bertambah rumitlah masalahnya.

Bentara, 5 Desember 2011

Satu pemikiran pada “Korban Proyek Pemerintah

  1. Ant.Koesmiarto

    Coba anda pelopori yang baik dengan cara kerjasama dengan Pemda setempat untuk menyusun dan merencanakan management penggunaan tata guna tanah yang baik, karena penggunaan lahan tanah kan harus dibuat, disusun sedemikian baik dan seimbang antara penggunaan lahan tanaman pangan dan tanaman produksi bagi perdagangan. Aku salut atas pengamatan Anda agar saudara2 kita tak akan kekurangan pangan. Karena kalau tak diatur dengan baik penggunaan lahannya pasti kita akan menuju ke masyarakat yang kelaparaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s