Merawat Keluarga Katolik

Oleh FRANS OBON

SALAH SEORANG  tokoh masyarakat Ende, Yakobus Ari, menyebutkan bahwa Uskup Donatus Djagom SVD memiliki perhatian terhadap masalah perkawinan Katolik. “Dari sekian banyak hal, Beliau sangat memperhatikan soal perkawinan. Perhatiannya terhadap perkawinan Katolik luar biasa. Saya sangat terkesan dengan hal itu,” kata Yakobus Ari (Flores Pos edisi 1 Desember 2011).

Ribuan umat menghadiri misa pemakaman di Gereja Christo Regi di Jln Katedral Ende.

Kalau kita mendengar kata-kata pujian dan menyebut berbagai pencapaian yang diraih umat Katolik Keuskupan Agung Ende di bawah kepemimpinan 27 tahun Uskup Donatus Djagom, kita  yakin bahwa kata-kata pujian itu bukanlah sekadar basa basi, bukanlah sekadar memenuhi etika komunikasi bahwa tentang orang mati, kita harus selalu mengatakan yang baik.

Dari berbagai sambutan, komentar, dan kenangan yang disampaikan baik melalui media maupun percakapan di antara umat, pencapaian Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende saat ini tidak terlepas dari sumbangan Uskup Donatus.

Dia tentu bekerja di atas landasan dan rangkaian tak terputuskan (successio apostolica) dari para pendahulunya. Umat Katolik Flores, dengan demikian, memang patut berbangga bahwa mereka memiliki pemimpin-pemimpin atau gembala-gembala yang visioner, tegar, tegas, berkomitmen dan mau berkorban. Atau dalam kata-kata penuh daya dari Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota dalam kotbah misa requiem, Jumat (2/12/2011), pencapaian yang diraih gereja Katolik Flores, khususnya Keuskupan Agung Ende, adalah buah manis dari spiritualitas pemberian diri yang total, yang salah satunya disumbangkan oleh Uskup Donatus Djagom.

Benar pula seperti yang dikatakan oleh Uskup Sensi bahwa spiritualitas pemberian diri dari Uskup Donatus terjadi di dalam proses terutama mulai dari keluarga. Kata-kata ini tentu saja lahir dari keyakinan bahwa keluarga adalah tempat tumbuhnya iman dan bersemainya panggilan.

Jenazah Uskup Donatus Djagom SVD diarak menuju pemakaman dari gereja Christo Regi ke Ndona.

Salah satu Musyawarah Pastoral (Muspas) pada masa kepemimpinan Uskup Donatus memang memberi perhatian pada masalah perkawinan Katolik. Masalah ini menjadi sesuatu yang serius karena Gereja Katolik memadang keluarga sebagai sel terkecil dari Gereja itu sendiri. Gereja Katolik berkepentingan dengan kualitas keluarga-keluarga Katolik.

Sebagaimana dikatakan Paus Johanes Paulus II dalam ensiklik Familiaris Consortio bahwa Gereja Katolik sungguh meminta perhatian keluarga-keluarga Katolik agar menjadi orang tua yang bertanggung jawab.

Panggilan yang subur, yang dipetik dari bumi Nusa Bunga ini, sudah pasti tidak terlepas dari peranan keluarga-keluarga Katolik. Keluarga adalah tempat bertumbuhnya iman dan  bersemainya benih-benih panggilan. Kesuksesan dalam hal kemandirian tenaga-tenaga fungsionaris pastoral tertahbis di Flores juga tidak terlepas dari peranan keluarga Katolik. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik.

Jenazah Uskup Donatus Djagom SVD mau dibawa ke Ndona, setelah perayaan ekaristi di Gereja Katedral Christo Regi.

Dengan demikian, perhatian Gereja Katolik terhadap keluarga-keluarga Katolik adalah warisan berharga yang akan tetap dipertahankan. Gereja memang dipanggil untuk merawat pohon keluarga Katolik ini agar keluarga-keluarga Katolik menghasilkan generasi yang berkualitas dalam segala aspek. Kita akan tetap  mewarisi tugas merawat keluarga-keluarga Katolik ini.

Bentara, 3 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s