Tuntaskan Masalah Maurole

Oleh FRANS OBON

Sekitar 50-an hektare sawah di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende tidak bisa dikerjakan lantaran ada seorang warga di hulu yang tidak mau memberikan air kepada para petani di hilir. Sudah tiga musim para petani sawah tidak bisa mengerjakan sawah mereka. Hal ini akan berdampak pada ketersediaan pangan para petani dan mempengaruhi pula pencapaian program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Ende (Flores Pos edisi 15 Desember 2011).

Para petani sawah di Kabupaten Ende.

Efraim Belarminus Ngaga, anggota DPRD Ende dari daerah pemilihan IV, meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini secepatnya. Sebab kalau tidak, masyarakat akan terancam kekurangan pangan. Dia mengusulkan agar pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan pemimpin lokal tradisional setempat (para mosalaki) untuk mencari jalan terbaik menyelesaikan masalah ini.

Markus Wara, camat Maurole, mengatakan sudah ada langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Para petani sudah pernah bertemu dan membahas masalah ini. Pendekatan kepada Mama Meja, nama ibu yang menghentikan pemberian air kepada sawah-sawah petani lainnya, telah dilakukan. Sejumlah kesepakatan telah dilakukan antara pemerintah dan pemilik lahan.

Rencana melibatkan para mosalaki di Maurole juga sudah pernah dilakukan, kata Camat, tapi terkendala sementara karena ada seorang mosalaki meninggal dunia. Camat mengatakan bahwa masalah para petani ini tidak pernah disampaikan kepada para mosalaki. Padahal jika masalah ini disampaikan kepada para mosalaki, pasti sudah diselesaikan.

Wilayah utara Kabupaten Ende boleh dibilang salah satu penyuplai kebutuhan beras bagi masyarakat Kabupaten Ende. Daerahnya subur dan datarannya luas. Letaknnya strategis terutama juga dalam konteks perdagangan dan pengembangan ekonomi ke depan. Masalah di persawahan Maurole adalah salah satu dari sekian masalah lainnya di utara yang memerlukan kearifan para pemimpin lokal tradisional setempat terutama mosalaki untuk diselesaikan.

Kalau kita belajar struktur kekuasaan tradisional Ende-Lio, peranan mosalaki sangatlah besar (powerfull). Untuk apa kekuasaan ini dan bagaimana kekuasaan digunakan. Pertanyaan ini tetap aktual, yang juga bisa kita ajukan kepada kekuasaan yang dipilih secara demokratis pada masa modern ini.

Sejauh yang kita tahu bahwa kekuasaan dalam pandangan orang Lio digunakan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan ana kalo fai walu, untuk kesejahteraan anggota suku. Ada pembagian peran dan peranan baik secara vertikal maupun horisontal. Bagaimana kekuasaan digunakan? Paham demokratis dalam pengertian demokrasi modern juga telah dipraktikkan oleh para pemimpin tradisional di Lio dengan melakukan rembuk, dialog kalau mau memutuskan sesuatu bagi kepentingan suku.

Masalah sering muncul terutama pada masa sekarang ini, yang juga membuat kekuasaan para mosalaki atau kekuasaan para pemimpin tradisional di Flores melemah, karena mereka gagal menyelesaikan persoalan di dalam suku mereka. Komunitas-komunitas tradisional di Flores dan Lembata gagal menjadi komunitas masyarakat sipil yang kuat karena mereka gagal mengkonsolidasikan kekuatan mereka untuk mengurus dan menyelesaikan masalah di dalam komunitas mereka.

Oleh karena itu masalah air di Maurole ini haruslah diselesaikan oleh para mosalaki dalam kerangka kebaikan dan kesejahteraan ana kalo fai walu. Penyelesaian masalah ini haruslah permanen agar di kemudian hari tidak lagi timbul masalah yang sama.

Yang ingin kita tekankan di sini adalah keterlibatan penuh para mosalaki dan unsur pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini dan penyelesaiannya haruslah permanen, sehingga masalah yang sama ini tidak muncul lagi di masa depan. Kita perlu menggunakan kerangka penyelesaian konflik hitam di atas putih sehingga di kemudian hari masalah ini tidak lagi menjadi sebuah permainan nasib, yang bertukar tangkap dan lepas.

Bentara, 17 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s