Intensifkan Pertanian Kita

Oleh FRANS OBON

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pemerintah lokal kita di Flores gencar mengkampanyekan perlunya masyarakat lokal mengkonsumsi pangan lokal. Pangan lokal tentu tidak lain adalah hasil pertanian yang kita tanam dan petik dari tanah kita sendiri. Ini tidak lain juga bahwa kita mesti makan dari apa yang dihasilkan oleh tanah kita dan yang kita usahakan oleh tangan kita sendiri.

Oleh karena itu ubi hutan yang dulu kita makan pada saat musim lapar dan tidak ada lagi stok makanan, kendati beracun, kita olah untuk dimakan. Pemerintah lokal kita mengkampanyekan bahwa ubi hutan bisa dikategorikan sebagai makanan lokal. Karena dia tumbuh dari tanah kita sendiri dan bisa diperoleh masyarakat.

Kampanye pangan lokal tidak dimaksudkan untuk menafikkan atau mengingkari fakta perlunya juga masyarakat kita melakukan perdagangan antarpulau atau pertukaran komoditas pertanian. Tapi kampanye pangan lokal dimaksudkan agar dalam masalah pangan kita tidak tergantung pada pertanian di tempat lain. Jika kita begitu tergantung pada pangan di tempat lain, maka risiko terlalu besar.

Di tengah kampanye pangan lokal itu, yang seringkali sukses di tangan pemerintah melalui data-data statistik untuk meyakinkan masyarakat mengenai pencapaian kinerja pemerintahan, kita temukan fenomena lain yakni masalah pertanian kita yang tidak pernah tuntas ditangani atau lamban diantisipasi, atau juga tidak menjadi prioritas di dalam penanganannya yakni serangan hama/penyakit baik pada komoditas pertanian holtikultura maupun pada komoditas perdagangan.

Serangan hama/penyakit yang menyerang komoditas perdagangan petani seringkali lambat diantisipasi atau ditangani. Kita temukan alasan klasiknya bahwa anggaran dan persediaan obat-obatan terbatas. Dengan alasan demikian, kita tahu bahwa memang masalah hama/penyakit belum menjadi prioritas dalam pertanian kita. Padahal kita menghadapi masalah serupa dari tahun ke tahun. Dengan itu pula kita tidak bisa membantu para petani yang tingkat pemahaman dan pengetahuannya soal hama dan penyakit masih serbakurang.

Kita tentu mendukung penuh kampanye pangan lokal yang dilakukan pemerintah. Sebab kecukupan pangan dan distribusi pangan yang merata, yang bisa dijangkau dan dicapai oleh semua warga masyarakat adalah cita-cita kita bersama.

Dalam semangat itulah, kita terus menerus mengingatkan pemerintah sebagai penyelenggara kepentingan umum untuk tetap memberi fokus pada pertanian kita. Dengan tambahan penduduk tiap tahun, ekstensifikasi pertanian sudah tidak memungkinkan lagi. Malah konversi lahan pertanian dari tahun ke tahun juga meningkat.

Oleh karena itu yang bisa kita lakukan adalah mengintensifkan pertanian kita. Intensifikasi pertanian harus pula tercermin di dalam anggaran yang cukup, ketersediaan informasi dan teknologi pertanian bagi para petani kita, tersediannya obat-obatan, pendampingan petugas lapangan pertanian yang mumpuni untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi, dan mendorong partisipasi perguruan tinggi untuk terlibat di dalam peningkatan mutu pertanian kita.

Untuk melompat ke pertanian berteknologi tinggi, tentu masih jauh. Karena dibutuhkan investasi sumber daya manusia, baik yang diusahakan pemerntah maupun oleh masyarakat sendiri. Untuk kepentingan jangka pendek dan menengah, kita perlu fokus pada intensifikasi pertanian yang bisa terjangkau oleh para petani dan oleh sumber daya manusia di pemerintahan kita.

Bentara, edisi 28 Januari 2012

Satu pemikiran pada “Intensifkan Pertanian Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s