Pemilukada di Flores

Oleh FRANS OBON

PADA tahun 2013 mendatang, ada kabupaten di Flores yang akan mengadakan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) untuk memilih bupati dan wakil bupati. Geliat pesta demokrasi pada aras lokal itu sudah mulai terasa. Tim dari masing-masing pasangan calon sudah secara diam-diam melakukan monitoring dan koordinasi di lapangan, terutama di daerah pedesaan. Usaha ini untuk mendeteksi lebih awal mengenai dukungan masyarakat dan kemungkinan elektabilitas dari para calon.

Petugas menyuntik ternak sapi di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Sabtu (3/3/2012) setelah ada dugaan 8 orang terserang anthrax.

Ada pula partai politik telah menggelar musyawarah partai untuk membahas mengajukan beberapa calon, yang nantinya akan disampaikan ke pengurus partai politik tingkat provinsi dan terutama ke Jakarta.

Di Kabupaten Ende, misalnya, Partai Demokrat membentuk tim sembilan untuk membuka pendaftaran para bakal calon yang ingin masuk dalam pemilukada melalui partai tersebut. Jangka waktu yang disediakan Partai Demokrat Kabupaten Ende hanya sebulan (sejak 17 Februari 2012 hingga 17 Maret 2012). Tim sembilan telah melakukan konferensi pers di Ende, Jumat 24 Februari 2012 (Flores Pos edisi 25 Februari 2012). Dengan demikian Partai Demokrat Kabupaten Ende adalah partai pertama yang secara resmi mengumumkan pendaftaran penerimaan bakal calon kepada publik.

Partai politik sesuai dengan perannya memang berfungsi untuk menyeleksi calon pemimpin kita. Dalam sistem pemilu lokal di Indonesia, hanya ada dua jalan yang disediakan undang-undang untuk para calon yang akan bersaing dalam pemilukada yakni melalui pencalonan perseorangan atau calon independen dan pencalonan oleh partai politik. Sejauh yang terjadi dalam pemilukada Flores, hingga hari ini belum ada pasangan calon yang menang melalui pintu perseorangan atau independen. Ini tentu bukan berarti sudah tidak ada kemungkinan bagi pasangan calon perseorangan atau independen memenangkan pemilukada di Flores. Kemungkinan selalu terbuka lebar.

Dari pengalaman yang ada itu, kita dapat menegaskan lagi bahwa peranan partai politik dalam menyeleksi para pemimpin begitu penting. Oleh karena itu partai politik tidak boleh hanya sebagai pemberi karcis bagi para kandidat dalam pemilukada, melainkan partai politik harus sungguh menyeleksi para pemimpin kita dengan standar yang jelas. Standar-standar itu harus disampaikan kepada publik agar publik bisa menilai apakah pencalonan oleh partai politik terhadap pasangan calon itu cocok dengan kriteria partai atau tidak. Dengan cara itu partai politik memberikan kesempatan kepada publik untuk menilai pasangan calon.

Namun ideal semacam ini hampir tidak pernah tercapai dan tidak pernah dilakukan. Peranan partai politik di tingkat lokal (kabupaten) masih periferi sifatnya dalam politik Indonesia. Cengkeraman kukuh pengurus partai di tingkat pusat (Jakarta) masih terlalu kuat. Oleh karena itu tidaklah mudah bagi pasangan calon maju dalam pemilukada melalui partai politik. Ongkosnya bukan main mahal.

Pemilukada memang terjadi di tingkat lokal, tapi cengkeraman kukuh Jakarta masih kuat menentukan. Pergantian pengurus partai politik di tingkat daerah menjelang pemilukada sering terjadi karena Jakarta ikut bermain. Pengurus yang sah adalah pengurus yang dikukuhkan Jakarta. Oleh karena pasangan calon harus memenangkan restu di tingkat provinsi dan terutama restu dari Jakarta, yang menerbitkan Surat Keputusan (SK). Pencalonan oleh pengurus partai di tingkat daerah belum dianggap aman kalau belum mengantongi restu dari Jakarta.

Dalam politik Indonesia, Jakarta begitu kuat. Jakarta memang kadang-kadang ingin ambil semua, dalam banyak hal.

Bentara, 27 Februari 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s