Setiakawan Lintas Batas

Oleh FRANS OBON

DALAM suasana perayaan 100 tahun kehadiran Gereja Katolik di Manggarai, Uskup Ruteng Mgr Hubert Leteng menerbitkan surat Gembala Prapaskah tentang solidaritas di dalam kehidupan masyarakat Manggarai (Flores Pos edisi 2 Maret 2012).

Perayaan ekaristi Hari Rabu Abu, menandai puasa selama 40 hari Umat Katolik. Perayaan ekaristi di Paroki Onekore, Keuskupan Agung Ende.

Dari surat gembala itu, ada tiga dimensi yang ingin kita refleksikan. Sekurang-kurangnya ada tiga ruang, yang perlu diperbarui dan dibersihkan agar kehidupan iman umat Katolik di Manggarai bisa memberikan kemaslahatan pada kehidupan bersama. Tujuan dari pembaruan itu, sebagaimana dikatakan Uskup, terbinanya kehidupan yang rukun dan adil, berseminya nilai kejujuran dan kebenaran dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Manggarai. Dan tentu saja dalam konteks perayaan yubileum 100 tahun Gereja Katolik, refleksi ini menjadi penting dan mendapatkan momen yang tepat dan di dalam lokus yang lebih kontekstual.

Dimensi yang pertama adalah ruang solidaritas internal Gereja Katolik. Dalam momen perayaan 100 tahun Gereja Katolik Manggarai, kita boleh bilang bahwa iman Katolik orang Manggarai sudah dewasa. Oleh karena itu umat Katolik Manggarai sudah harus mampu merasakan apa yang dirasakan oleh Gereja (sentire cum ecclesiae). Ini artinya umat Katolik harus bisa membangun solidaritas, sebuah ruang untuk membangun budaya bantang cama reje leleng mengatasi bersama kesulitan-kesulitan hidup yang dialami masyarakat Manggarai.

Merasakan bersama apa yang dirasakan oleh Gereja tidak lain adalah apa yang menjadi keprihatinan Gereja hendaknya juga menjadi keprihatinan umat secara keseluruhan. Keprihatinan bersama ini tentu saja menuntut tanggung jawab bersama. Kalau para petani di Satarteu, misalnya, berteriak minta tolong karena diimpit oleh masalah tambang ataupun ada petani yang berkelahi karena konflik merebut sumber mata air dan lingko (tanah komunal) maka hal itu harus menjadi keprihatinan seluruh umat. Konsekuensinya adalah seluruh umat bertanggung jawab untuk mencari solusi. Didiskusikan di dalam komunitas basis. Rasa tanggung jawab seperti ini akan melahirkan prakarsa-prakarsa baru.

Dimensi kedua adalah ruang solidaritas lintas batas. Momen 100 tahun Gereja Katolik di Manggarai harus makin memantapkan usaha-usaha membangun solidaritas dengan orang dari berbagai latarbelakang agama dan etnis yang berbeda. Umat Katolik Manggarai harus membangun budaya inklusif dan bukan eksklusif. Katolik sebagai mayoritas di Flores memang dituntut untuk memberi lebih pada kehidupan publik. Dituntut untuk menjadi garam dan terang di ruang publik. Dituntut sebagai dian yang diletakkan di atas gantang sehingga menerangi semua orang.

Dimensi ketiga, yang merupakan jangkar dari dua dimensi di atas adalah berakar dan bertumbuh di dalam Allah. Umat Katolik di Flores telah berbuat banyak untuk membarui kehidupan publik. Meski masih dilakukan dalam keterbatasan, haruslah diakui bahwa Gereja Katolik baik hierarki maupun para awam Katolik telah menggarami Flores dengan cara luar biasa.

Kendati demikian, dimensi pembaruan diri secara pribadi hendaknya tetap menjadi jangkar dari seluruh aktivitas kita di arena publik. Oleh karena keterlibatan kita di arena publik harus merupakan perwujudan dari iman yang berakar dan bertumbuh di dalam Allah.

Dengan demikian doa, perayaan ekaristi, penyembahan sakramen mahakudus dan praktik devosional lainnya yang hidup seturut tradisi yang benar Gereja Katolik tetaplah dijalankan. Oleh karena itu perayaan 100 tahun Gereja Katolik adalah kesempatan membarui iman kita dan meneguhkan lagi komitmen Gereja Katolik untuk membarui ruang publik kita.

Bentara, 3 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s