Bencana Bikin Kita Tambah Miskin

Oleh FRANS OBON

HUJAN yang disertai angin kencang yang melanda wilayah kita sepekan terakhir  telah menambah beban kemiskinan masyarakat kita di Flores dan Lembata. Angin telah memporakporandakan lahan pertanian kita. Banjir meluap dan menghantam ratusan hektare persawahan, yang membuat para petani kita terpaksa gigit jari. Ratusan rumah di berbagai kecamatan di setiap Kabupaten di Flores hancur diterbangkan angin dan ditimpa pohon. Komoditas perdagangan, yang menjadi andalan masyarakat kita, tumbang. Jika dihitung-hitung, taksasi kerugian di seluruh Flores pada tahun ini ratusan miliar rupiah.

Oleh karena itu hal pertama yang langsung muncul dalam benak kita ketika kita menyaksikan hancurnya rumah-rumah penduduk, komoditas perdagangan, dan banjir yang melanda persawahan masyarakat adalah bencana angin kencang yang melanda hampir merata di seluruh wilayah Flores dan Lembata telah menambah berat beban ekonomi masyarakat kita. Dampak angin kencang ini telah membuat masyarakat kita bertambah miskin.

Masyarakat kita harus pontang panting mencari uang untuk membangun kembali rumah mereka. Barangkali mereka punya tabungan sedikit, tetapi terpaksa diambil untuk membangun rumah kediaman mereka. Kalau tidak punya tabungan, dan hampir pasti tidak ada, mereka terpaksa melakukan kredit entah melalui lembaga keuangan seperti koperasi kredit atau lembaga keuangan lainnya, atau jatuh lagi ke tangan rentenir yang membungakan uangnya dengan cara yang menikam.

Bencana angin kencang ini bertepatan juga dengan rencana pemerintah menaikkan tarif bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah belum mengumumkan kenaikan BBM, harga-harga barang-barang kebutuhan pokok sudah mulai perlahan-lahan naik. Sementara sumber daya yang mereka milik hancur oleh bencana angin.

Jika pertanian  kita hancur, maka kebutuhan pokok kita akan dipasok dari daerah lain. Kita ambil contoh beras. Karena sawah-sawah kita sudah hancur, maka untuk memenuhi kebutuhan akan beras, kita terpaksa pasok dari tempat lain. Karena harga BBM naik, maka ongkos pasokan beras ke wilayah kita akan naik. Ongkos transportasi ini sudah jelas dibebankan pada harga jual. Ini artinya pengeluaran masyarakat kita akan bertambah. Barangkali harga akan dua kali lipat.

Oleh karena itu hal kedua yang perlu kita ingatkan adalah hendaknya kebijakan pemerintah kita sudah dapat mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa mengatasi kerentanan ekonomi masyarakat kita, yang diakibatkan oleh bencana yang datang melanda wilayah kita tiap tahun. Sudah terang dan jelas bahwa instansi teknis pemerintah yang mengurusi bencana akan melakukan pendataan kerugian akibat bencana. Data-data kerugian ini akan disampaikan ke pemerintah pusat. Tidak semua dipenuhi pemerintah pusat, tetapi paling kurang kita akan mendapatkan dana rehabilitasi bencana. Dengan itu tidak semua korban bencana akan mendapatkan dana rehabilitasi itu.

Penanganan darurat tentu saja momental sifatnya. Yang perlu kita lakukan adalah membangun infrastruktur pertanian kita yang tahan terhadap bencana. Banyak sawah kita yang bisa diselamatkan kalau irigasi kita dibangun dengan perencanaan yang baik dan mutu pengerjaannya juga baik. Intinya adalah kita harus berusaha untuk mencegah agar masyarakat kita tidak dibikin tambah miskin.

Bentara, 20 Maret 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s