Mabar Tanpa Tambang

Oleh FRANS OBON

RIBUAN orang dari berbagai kecamatan di Manggarai Barat berdemonstrasi di Labuan Bajo, ibukota Manggarai Barat, Sabtu 14 April 2012. Kabupaten yang diresmikan Juli 2003 itu, sebagaimana kabupaten lainnya di Flores dan Lembata, sedang menghadapi berbagai aksi protes menentang usaha pertambangan (Flores Pos 16 April 2012). Para demonstran mengatakan bahwa Manggarai Barat memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, kelautan, perikanan, dan pariwisata. Oleh karena itu pilihan kebijakan pemerintah untuk investasi pertambangan tidak perlu dilakukan.

Demonstrasi menolak tambang di Manggarai Barat, Sabtu 14 April 2012.

Manggarai Barat memiliki kekayaan di bidang pariwisata, begitu kata para demonstran, sehingga kekayaan objek-objek wisata itulah yang harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan pendapatan pemerintah dan mendorong kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian pula investasi yang cocok untuk Manggarai Barat adalah investasi di bidang pariwisata. Karena investasi di bidang pariwisata ini juga bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Selain itu masyarakat akan mendapat peluang untuk membuka usaha di sektor kecil dan menengah yang bisa memenuhi kebutuhan dunia pariwisata Manggarai Barat.

Tahun lalu komodo yang menjadi ikon pariwisata Manggarai Barat menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi New Seven Wonders of Nature. Tahun 2013, Sail Komodo akan digelar dan seluruh acara dan pembiayaannya sedang dirancang pemerintah baik pemerintah lokal maupun pemerintah pusat.

Protes yang dikoordinasi oleh Gerakan Masyarakat Anti Tambang (Geram) dan Aliansi Masyarakat Pendukung Perubahan Manggarai Barat ini bukanlah aksi pertama untuk menolak investasi pertambangan di Flores dan Lembata. Juga bukan pula demonstrasi pertama di Manggarai Barat untuk menolak investasi pertambangan. Sudah banyak aksi serupa yang digelar masyarakat untuk menolak investasi pertambangan di Flores dan Lembata. Tetapi sepertinya masyarakat dan organisasi-organisasi yang menolak investasi pertambangan harus berjuang ekstra keras untuk meyakinkan pemerintah lokal di Flores dan Lembata bahwa pilihan investasi di sektor pertambangan bukanlah pilihan dengan risiko kecil. Bukanlah pilihan yang bijak dalam pembangunan di daerah kita. Risiko yang akan ditanggung masyarakat Flores dan Lembata cukup besar. Risiko bukan saja soal kerusakan lingkungan hidup, tetapi tambang akan mempengaruhi seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Masyarakat Flores dan Lembata harus cermat dan cerdas untuk menentukan apa yang terbaik bagi pemanfaatan tata ruang wilayahnya. Pemanfaatan tata ruang wilayah itu harus memperhitungkan sendi-sendi kehidupan lainnya. Sektor ekonomi hanyalah salah satu dari sendi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pengelolaan sektor ekonomi terutama pemanfaatan sumber daya alam harus memperhitungkan dimensi lain dari kehidupan masyarakat di suatu daerah.

Manggarai Barat dengan kekayaan objek pariwisata yang luar biasa baik di darat maupun di laut adalah sebuah potensi besar. Masalahnya di sini adalah potensi ini akan memberikan manfaat kepada rakyat tergantung pada faktor kepemimpinan di tingkat lokal. Kita ingin menegaskan lagi bahwa Manggara Barat bisa makmur tanpa tambang.
Sektor pariwisata jauh lebih banyak menyerap tenaga kerja ketimbang tambang. Karena masyarakat lokal bisa terlibat di dalam pengelolaan pariwisata terutama sektor-sektor yang bisa mensuplai kebutuhan industri pariwisata. Namun semua itu tergantung pada visi para pemimpin lokal di Manggarai Barat.

Bentara, 17 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s