Hasil UN, Cermin bagi Kita

Oleh FRANS OBON

Kita sudah mendapatkan hasil dan persentase kelulusan ujian nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Kita masih harus menunggu hasil untuk sekolah dasar.

Guru-guru di Kabupaten Ngada pada suatu seminar pendidikan di Mataloko.

Dari persentase kelulusan yang kita peroleh di seluruh Flores, kita patut berbangga bahwa beberapa di antara anak-anak kita boleh dibilang berprestasi. Tidak saja secara keseluruhan persentase kelulusan setiap sekolah cukup baik tetapi juga dari perolehan nilai secara individual, cukup memuaskan. Banyak anak kita mendapatkan nilai-nilai yang bagus, meski persentase orang yang mendapatkan nilai yang bagus itu masih sedikit.

Hasil yang kita peroleh ini memang tidak beranjak jauh dari hasil tahun lalu sekitar satu persen lebih. Kendati demikian posisi kita secara nasional tetap saja masih pada posisi yang sama: jauh tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain. Ini artinya kita mesti mengevaluasi kembali secara jujur apa yang telah kita lakukan selama ini.

Menanggapi hasil ujian nasional ini, kita kita ingin mengemukakan dua hal ini, yang dalam pandangan kita cukup penting bagi evaluasi kita untuk meningkatkan mutu pendidikan di Flores dan Lembata. Mutu pendidikan pada gilirannya akan meningkatkan mutu sumber daya manusia di kawasan ini. Dua hal itu adalah:

Pertama, UN adalah hasil kerja kita bersama lantaran karena untuk menopang pendidikan yang bermutu ditentukan oleh empat komponen utama: orang tua, negara, sekolah, dan masyarakat. Orang tua adalah pilar pertama. Tanggung jawab utama pendidikan adalah tanggung jawab orang tua. Orang tua tidak bisa menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada negara atau dalam hal ini sekolah saja.

Pilar kedua adalah negara. Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang dasar kita memliki tanggung jawab untuk mencerdaskan warga negara. Oleh karena itu negara berkewajiban dan diperintahkan oleh undang-undang untuk menyediakan anggaran yang cukup dan memadai untuk membiayai proses pendidikan. Lembaga pendidikan adalah perpanjangan tangan negara untuk mendidik warga negara. Oleh karena itu guru sebagai komponen utama dalam proses pendidikan di instutusi pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar untuk mencerdaskan anak-anak. Guru-guru mendidik anak-anak kita agar mumpuni dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan berbagai metode pendidikan, guru berusaha menggali potensi dalam diri anak didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pilar keempat yang juga besar kontribusinya adalah masyarakat secara umum. Kondisi dan situasi masyarakat ikut mempengaruhi mutu pendidikan kita. Lingkungan sosial kita adalah tempat anak-anak kita belajar: apa artinya berprestasi, apa artinya menghargai waktu, apa artinya disiplin. Kalau situasi sosial masyarakatnya tidak merangsang anak untuk menghargai prestasi, menghargai waktu, misalnya, maka sikap mental anak-anak kita juga akan terpengaruh. Contoh lain, kita menyuruh anak-anak kita membaca, tetapi kultur kita sama sekali tidak memberikan contoh yang baik bagi anak-anak kita. Kita bicara gemar membaca, tetapi di rumah dan di kantor kita tidak memperlihatkan contoh yang sama.

Kedua, tampaknya ada korelasi yang kuat antara mutu pendidikan dan tingkat kesejahteraan masyarakat secara ekonomis. NTT tergolong daerah miskin. Secara ekonomis masyarakat kita miskin, sehingga tidak bisa menunjang peningkatan mutu pendidikan. Kita bisa lihat provinsi yang mutu pendidikannya rendah umumnya adalah provinsi yang secara ekonomis miskin. Oleh karena itu salah satu jalan untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan ini kita harus kerja lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan dalam hal mutu pendidikan. Karena maki mutu pendidikan, makin mutu pula masyarakatnya. UN sudah pasti adalah cermin bagi kita.

Bentara, 4 Juni 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s