Penegakan Disiplin PNS

Oleh FRANS OBON

KEDISIPLINAN pegawai negeri sipil (PNS) di Flores dan Lembata, barangkali di seluruh Nusa Tenggara Timur, sudah sering dikeluhkan. Media sering memberitakan keluhan-keluhan mengenai kedisiplinan para pegawai negeri sipil ini yang dinilai longgar pada jam-jam kantor yang efektif. Keluhan serupa pernah disampaikan kepada media oleh Bupati Ngada.

Di beberapa daerah, satuan polisi pamong praja melakukan operasi penertiban. Para PNS yang kedapatan tidak ada di kantor pada jam kerja ditanyai alasan mengapa berada di luar kantor. Yang tidak memiliki izinan dari atasannya dipanggil dan diingatkan.

Tapi di Kabupaten Ngada, Bupati Marianus Sae sendiri melakukan penertiban dan memberikan sanksi. Tidak main-main sanksi yang diberikan yakni berjalan keliling kota (di wilayah publik) sambil membawa tulisan “Kami terlambat, jangan ikut kami”. “Kami tidak disiplin, jangan ikut kami”. Sanksi ini diberikan, menurut Bupati, karena dia kesal. Sudah sejak awal dia memimpin Ngada, berulangkali dia menyampaikan agar para pegawai negeri sipil ini disiplin dalam bekerja. Karena aparat birokrasi bertugas melayani masyarakat. Dia mengancam jika masih ada PNS yang tidak disiplin, dia akan memberikan sanksi yang lebih keras (Flores Pos 20 April 2012).

Sejauh diketahui, pemberian sanksi seperti ini bagi PNS dengan berjalan kaki di beberapa ruas jalan dalam kota baru pertama kali dilakukan di Flores dan Lembata dan itu dilakukan di Kabupaten Ngada. Bupati sendiri turun tangan memberikan sanksi publik – kita namakan demikian karena dapat disaksikan oleh masyarakat luas.

Sanksi seperti ini memiliki akar dalam kultur kita ketika memberi sanksi kepada para pelanggar aturan. Hukuman bagi para pelanggar aturan di kampung-kampung kita umumnya adalah berjalan keliling kampung atau dari rumah ke rumah sambil menyebutkan kata-kata untuk tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama. Cara ini diharapkan menimbulkan efek jera karena sanksi demikian akan menimbulkan rasa malu (shame culture). Sasaran akhir adalah terciptanya tertib sosial di masyarakat terutama bagi kampung tersebut.

Adalah kewenangan Bupati Ngada untuk memberikan sanksi model mana yang paling baik untuk menciptakan kedisiplinan kerja di dalam tubuh birokrasi di Ngada. Penilaian boleh macam-macam. Boleh juga kita katakan: ini keterlaluan. Ada yang menyebutnya: ini aksi balas dendam sebagaimana diberitakan media ini.

Namun kita mengingatkan bahwa tindakan seperti ini tidak boleh berhenti pada tertib untuk masuk dan keluar kantor. Tetapi mesti pula diciptakan kedisiplinan yang produktif. Kedisiplinan yang produktif itu tidak lain adalah terciptanya mekanisme kerja dan manajemen kantor pemerintah yang memungkinkan adanya peningkatan kinerja kerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Banyak sekali keluhan tentang mutu proyek yang buruk, proyek mubazir di mana-mana, program yang tidak tepat waktu, program asal jadi tanpa dampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pengawasan yang lemah, dan lain-lain. Ini disebabkan karena Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) gagal mengarahkan energi para pegawai untuk bekerja maksimal. Oleh karena itu kedisiplinan yang produktif itu tergantung pada performans kepala dinas. Dengan demikian salah satu pintu masuk untuk terciptanya kedisiplinan yang produktif adalah tergantung pada kepala dinas.

Tindakan Bupati Ngada yang menyuruh para pegawai keliling kota tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat. Tetapi akan jauh lebih baik lagi kalau gerakan penegakan disiplin ini di-follow up dengan kontrol yang ketat atas kinerja dinas untuk menghasilkan program yang berkualitas dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui program pemerintah.

Bentara, 21 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s