Memperkuat Koperasi

Anggota Kopdit Serviam Ende.
Anggota Kopdit Serviam Ende.

Oleh FRANS OBON

TAMPAKNYA ada perbedaan pandangan mengenai bagaimana cara memperkuat gerakan koperasi sebagai salah satu organisasi keuangan yang telah mulai mendapatkan tempatnya di Flores dan Lembata terutama gerakan koperasi kredit. Perbedaan pandangan itu tidak saja terjadi antara gerakan koperasi dengan koperasi terutama koperasi kredit tetapi juga antara koperasi (kredit) dan pemerintah.

Salah satu contoh perbedaan itu dapat dilihat dari rencana pemerintah Flores Timur untuk memperkuat modal usaha koperasi dan usaha kecil menangah. Pemerintah berencana mengucurkan sekitar Rp1,09 miliar lebih dana untuk memperkuat modal usaha bagi koperasi yang telah berbadan hukum maupun untuk kelompok usaha ekonomi produktif (Flores Pos 25 Mei 2012). Disebutkan pula pemerintah secara perlahan-lahan akan mendorong koperasi untuk berbadan hukum dan melakukan pembinaan dan pendampingan bagi kelompok-kelompok usaha produktif serta memperkuat modal usaha.

Inti dari persoalan yang mau diangkat di sini adalah pemberian modal kepada koperasi. Dari pengalaman kita terhadap gerakan koperasi terutama koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri, yang menaungi 46 koperasi kredit, pemberian modal apapun jenis dan tujuannya yang berasal dari luar gerakan koperasi tidak diterima.

Gerakan koperasi kredit di Flores dan Lembata yang dimulai sejak tahun 1970-an tumbuh dari akar rumput. Tumbuh dari usaha yang terus menerus dan tanpa henti. Tumbuh dari keswadayaan dan kemandirian masyarakat. Itulah sebabnya koperasi kredit di Flores dan Lembata bertumbuh dengan baik lantaran lahir dari kemandirian dan keswadayaan masyarakat. Dengan demikian pemberian modal dari luat dapat dianggap merusak modal keswadayaan dan kemandirian ini.

Anggota Koperasi Kredit Serviam Ende.
Anggota Koperasi Kredit Serviam Ende.

Sederhana saja logikanya. Modal koperasi haruslah bertumbuh dari tabungan anggota. Makin banyak orang masuk menjadi anggota koperasi dan makin besar modal yang ditabung makin besar pula kemungkinan saling tolong-menolong di antara anggota koperasi. Dengan kata lain makin besar pula rasa solidaritas terbangun. Karena prinsip inilah, misalnya, kekayaan anggota koperasi kredit di bawah Puskopdit Flores Mandiri adalah Rp468,6 miliar. Besarnya kredit yang beredar sebesar Rp375 miliar lebih. Simpanan saham Rp257 miliar lebih dan simpanan non saham Rp131,1 miliar lebih. Dengan demikian kekayaan yang besar ini mencerminkan dan merefleksikan kekuatan keswadayaan dan kemandirian itu.

Kalau pemerintah melakukan intervensi dengan pemberian dana kepada koperasi dengan tujuan agar anggota koperasi memiliki peluang untuk meminjam lebih besar dari koperasi kredit sekalipun untuk tujuan usaha produktif, maka secara tidak langsung pemerintah mengeroposkan lagi fondasi keswadayaan dan kemandirian yang telah dibangun dengan susah payah itu.

Anggota Koperasi Kredit Serviam Ende
Anggota Koperasi Kredit Serviam Ende

Kita usulkan agar intervensi pemerintah itu dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, pemerintah melakukan intervensi penguatan kapasitas sumber daya manusia terutama soal manajemen pengelolaan koperasi. Gerakan koperasi kredit makin bertumbuh dan berkembang dengan baik dan sejalan dengan itu sudah menjadi tuntutan agar pengelolaan koperasi juga harus dilakukan secara profesional. Agar secara kelembagaan koperasi tetap kuat, maka diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kedua, pemerintah dapat melakukan pembinaan dan pendampingan bagi kelompok usaha anggota koperasi agar mereka bertumbuh menjadi wirausaha yang tangguh.

Bentara Flores Pos, 26 Mei 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s