Dompet Amal

Oleh FRANS OBON

DI TENGAH hirup pikuk politik Pilkada, persaingan merebut kursi legislatif pada April 2014, meningkatnya aktivitas ekonomi dan perburuan ekonomi rente, dan berbagai resolusi kehidupan yang mungkin mulai disiapkan untuk 2014 mendatang, media ini ingin menarik perhatian pembaca dan publik pada soal dompet amal, yang diperuntukkan bagi orang-orang sederhana yang tidak bisa menolong dirinya ketika mereka menderita sakit dan bagaimana media berperan di dalamnya untuk menjembatani berbagai uluran tangan kasih dari pembaca.

Harian Flores Pos, yang berdiri 9 September 1999 atau dalam usianya yang ke-13 tahun, telah berperan penting untuk menolong sama saudara kita yang sakit tetapi kesulitan untuk membiayai rumah sakit. Telah puluhan orang tertolong dari dompet amal yang disumbangkan oleh pembaca dan orang-orang yang berkehendak baik dan berhati mulia yang mau menolong sesamanya yang menderita.

Pada masa awal Harian Flores Pos berdiri, dompet amal dibuka untuk membantu operasi tumor dari Rahma, warga Mbay di Kabupaten Nagekeo. Setiap hari selalu ada yang mau mengulurkan tangannya untuk membantu dan pada akhirnya dia berhasil dioperasi di Ende dan sukses. Sejak itu selalu saja ada orang yang meminta bantuan media ini untuk membuka dompet amal untuk membiayai pengobatan dari sama saudara kita yang membutuhkannya. Media ini mengetuk hati para pembaca dan siapa saja yang merasa empati dengan penderitaan korban. Dan syukur kepada Allah, Anda para pembaca setia media ini tidak pernah menutup mata dan hati untuk menolong mereka yang menderita.

Kejadian yang paling akhir, Vinsent Teling dari Kampung Biting, Desa Uluwae, Manggarai Timur telah sukses melakukan operasi tumor abdomen (tumor kelenjar) di Rumah Sakit Sanglah Denpasar Bali. Vinsen Teling bertahun-tahun menderita sakit. Tetapi jalan Tuhan, wartawan Flores Pos di Borong bersama wartawan media lainnya menulis tentang penderitaan Vinsen Teling dan harapannya untuk mendapatkan kesembuhan. Ketika media menulis penderitaannya, terbukalah jalan dan dia mendapatkan biaya untuk pengobatannya (Flores Pos, 29 November 2013).

Dompet amal Harian Flores Pos memperlihatkan kepada kita beberapa hal. Pertama, lintas batas. Masyarakat kita di tingkat bawah ketika membantu orang sama sekali tidak mempedulikan asal usul dan latarbelakang seseorang. Masyararkat kita sudah melangkah lintas batas, melakukan dialog kehidupan, dan dialog karya. Oleh karena itu di tingkat basis, solidaritas yang dibangun adalah solidaritas lintas batas. Kedua, memberi dari kekurangan. Jika kita melihat profil pemberi sumbangan untuk dompet amal ini, sebagian besar adalah orang-orang biasa dan sederhana bukan orang yang kuat kuasa dan berlimpah harta. Anak-anak sekolah dan orang-orang biasa yang memberi dari kekurangan. Hal itu bisa dilihat dari angka uang sumbangan dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana. Ini berarti umat kita, orang-orang kita yang sederhana itu rela memberi dari kekurangannya untuk saling menolong. Ketiga. buah dari iman.

Kalau kita melihat profil pemberi, kita yakin pasti sumbangan ini adalah buah dari iman. Orang tidak mungkin memberi dari hati yang kosong, tetapi memberi dari sumber hati yang penuh kasih. Allah tidak pernah mengenal batas dan oleh karena itu iman yang benar adalah iman yang juga tidak pernah mengenal batas. Iman yang rela membantu orang lain dan iman yang tidak membawa pemisahan. Justru sebaliknya, semakin seseorang mendekatkan dirinya pada Tuhan, serentak pula dia mendekatkan dirinya pada sesamanya. Itulah iman yang mencintai kehidupan.

Harian Flores Pos hanyalah alat untuk mengetuk pintu hati setiap orang, tetapi hati Anda para pembacalah yang mulia, yang rela memberi dari kekurangan untuk menolong dan membantu sesama. Media ini tidak hanya menyampaikan informasi, hiburan, dan edukasi, tetapi membela kehidupan. Karena dengan membela kehidupan, kita memuliakan Allah yang memberi kehidupan.

Bentara, 29 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s