Mutu Pelayanan Rumah Sakit

Oleh FRANS OBON

KITA hampir temukan keluhan yang sama soal pelayanan rumah sakit-rumah sakit di Flores dan Lembata. Mulai dari sikap petugas medis, mutu pelayanan, hingga manajemen rumah sakit. Persoalan yang menimpa rumah sakit-rumah sakit kita tidak saja terkait dengan pelayanan kepada publik tetapi juga terbelit dengan urusan internal yang melahirkan ketidakpuasan. Aksi mogok bukanlah hal langka dan baru di kalangan petugas medis sebagai akibat dari masalah manajamen dan hak-hak petugas medis yang terabaikan.

Kita memang mengakui bahwa tidak ada organisasi dan institusi yang sempurna. Itu hal yang lumrah sebagai sebuah institusi manusiawi. Tetapi alasan ini tentu saja tidak bisa dipakai sebagai alat pemaaf (self-excuse) atas ketidakberesan di dalam sebuah organisasi dan institusi. Yang diperlukan adalah bagaimana masalah-masalah itu ditangani dan bagaimana hal-hal serupa tidak terulang lagi sehingga kita tidak terantuk pada batu yang sama. Dengan kata lain bagaimana kita menyelesaikan soal yang dihadapi dan bagaimana strategi ke depan untuk memperbaiki mutu pelayanan dan mutu pekerjaan sehingga kualitas diri dan kualitas organisasi dan institusi makin baik. Tuntutan inilah yang selalu disuarakan, terutama kepada pelayanan publik pemerintah.

Barangkali itulah yang dapat kita katakan dari langkah yang diambil Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende yang membentuk tim khusus untuk memperbaiki kualitas pelayanannya kepada publik. Setelah didera berbagai kritik terhadap pelayanannya, misalnya melalui media, RSUD Ende melakukan langkah strategis untuk memperbaiki kualitas pelayanannya. Rumah sakit pemerintah ini membentuk sebuah tim untuk melakukan evaluasi, menganalisis masalah dan mencari solusi. Tim khusus ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas (quality improvement) pelayanan rumah sakit baik eksternal maupun internal (Flores Pos, 27 November 2013). Tim khusus ini terdiri dari direktur rumah sakit, dokter spesialis dan staf. Lima bulan sekali tim ini akan mengadakan evaluasi.

Rumah sakit adalah salah satu institusi pemerintah yang tingkat sentuhan langsungnya dengan masyarakat luas cukup tinggi. Dan rumah sakit jugalah yang memasok pendapatan bagi pemerintah paling tinggi. Oleh karena itu rumah sakit menjadi salah satu institusi yang seringkali disoroti kinerjanya. Kritikan dan sorotan masyarakat bukanlah sebuah kemalangan akhir, tetapi lahir dari tuntutan perlunya pelayanan yang baik. Oleh karena itu sebagai institusi pemerintah, diperlukan sikap yang responsif dan bukan defensif terhadap kritikan yang dialamatkan kepadanya.

Sebagaimana dikatakan Anthony Giddens dalam Third Way, pemerintah yang baik akan merespons dengan positif semua aspirasi masyarakat mengenai kinerjanya dan tugasnya adalah menjawabi aspirasi masyarakat itu, menangani keluhan dan berusaha bersikap transparan. Respon pemerintah itu harus terstruktur dan tersistem. Dalam arti respon yang diberikan tidak momental sifatnya, tetapi dijawab dengan membenahi struktur dan prosedur kerja serta terlembaga sehingga perbaikan yang dilakukan akan lebih efektif dan efisien serta permanen.

Kita berharap tim khusus yang dibentuk pihak RSUD Ende berada dalam kerangka ini bahwa ada keinginan yang baik dan komitmen yang teguh untuk memperbaiki kualitas pelayanannya. Masalah boleh datang silih berganti baik internal maupun eksternal, tetapi penanganan yang terlembaga seperti ini akan dapat memberikan solusi yang baik.

Bentara, 28 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s