Pemilukada Ende Berakhir

Pasangan Marsel-Djafar
Pasangan Marsel-Djafar

Oleh FRANS OBON

PEMILIHAN Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Ende telah berakhir dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan Paket Marselinus Y W Petu dan Djafar Ahmad (Marsel-Djafar). Kita mengucapkan selamat kepada Paket Marsel-Djafar dan memberikan apresiasi kepada calon bupati dari Paket Darmawan, Don Bosco M Wangge yang menyatakan menerima hasil keputusan MK (Flores Pos, 21 Januari 2014).

Kalau kita melihat kembali semangat Reformasi dan hakikat asali dari pemilihan langsung oleh rakyat, maka tujuannya hanyalah satu yakni memperkuat demokrasi di tingkat lokal di mana masyarakat lokal memiliki akses langsung untuk menentukan dan memilih pemimpin mereka. Sebab inti dari demokrasi adalah kedaulatan rakyat di mana rakyat memiliki kebebasan penuh untuk menentukan siapa yang pantas dan berhak memerintah dan memimpin mereka.

Dengan demikian demokrasi adalah sebuah gagasan dan prinsip tentang kebebasan, tetapi kebebasan itu diatur oleh seperangkat prosedur dan hukum yang menjamin penggunaan kebebasan dalam memilih dan menentukan pemimpin. Karena itu perlu ada proses pelembagaan atau institusionalisasi demokrasi tersebut, yang bisa menjamin prosedur penggunaan hak dan kebebasan dari setiap orang (individu) dan kelompok masyarakat. Hukumlah yang mengatur dan yang menjamin bagaimana kebebasan dalam demokrasi itu digunakan. Setiap individu dan kelompok masyarakat harus tunduk di bawah hukum dan prosedur yang telah ditetapkan melalui mekanisme demokratis.

marsel-Djafar

Demokrasi tidak meniadakan konflik. Karena dalam negara demokratis, setiap individu dan kelompok masyarakat memiliki kepentingan berbeda-beda, memiliki persepsi dan penafsiran sendiri tentang suatu hal. Kita bisa berbeda oleh karena kepentingan kita juga berbeda-beda. Semua itu sah di dalam negara demokrasi. Namun persoalannya adalah bagaimana konflik itu diselesaikan. Itulah pentingnya peranan institusi-institusi demokrasi untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Di dalam institusi demokrasi itulah, setiap pendapat, setiap penafsiran, dan setiap perspektif diuji untuk mendapatkan kebenaran dan menemukan kesalahan.
D
alam perspektif inilah, kita coba menempatkan proses demokrasi dalam Pemilukada Ende. Dalam Pemilukada langsung pertama lima tahun lalu di Kabupaten Ende, tidak ada paket yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Tetapi pada Pemilukada tahun 2013, ada paket yang mengajukan gugatan ke MK. Ini adalah gugatan pertama kali dalam konteks Pemilukada langsung di Kabupaten Ende. Keberatan terkait pelaksanaan Pemilukada itu sudah diuji, diperdebatkan, dan diperoleh hasilnya.

Persoalan ini haruslah kita pandang sebagai bagian dari pembelajaran penting dari pengalaman kita berdemokrasi. Cara ini hendaknya menjadi bagian penting dari pembudayaan politik kita di Flores dan Lembata agar kita tidak menggunakan kekerasan dalam bentuk dan level apapun untuk menyelesaikan konflik politik. Kita perlu membangun komitmen bersama agar demokrasi menjadi bagian dari cara hidup kita, bukan saja dalam masalah politik, tetapi dalam berbagai aspek kebersamaan kita.

Kita semua perlu belajar dari keseluruhan proses politik Pemilukada yang barusan lewat ini. Untuk orang yang memiliki cita-cita menjadi pemimpin, belajarlah apa yang dirasakan paling penting dalam perspektif rakyat. Rakyat juga perlu belajar agar mereka memilih dengan rasa tanggung jawab yang besar. Demikian pula Paket yang menang agar belajar apa yang baik dari kandidat lainnya, yang mungkin luput dari visi dan misi mereka. Pemilukada Ende berakhir, kita semua bersatu hati untuk memulai lagi satu babak lima tahunan ke depan.

Bentara, 22 Januari 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s