Solidaritas dengan Para Korban

Oleh FRANS OBON

Gereja Katolik memprotes kebijakan pemeintah tekait  tambang di Kabupaten Manggarai Timur.
Gereja Katolik memprotes kebijakan pemerintah terkait tambang di Kabupaten Manggarai Timur.

TAMPAKNYA persoalan tambang di Manggarai raya belum menjadi persoalan bersama kendati telah dilakukan berbagai upaya agar masalah tambang menjadi keprihatinan seluruh umat Katolik. Hal itu bisa kita lihat dari berbagai tanggapan terhadap masalah ini. Misalnya, masih saja ada umat Katolik di Manggarai raya yang mempertanyakan sikap Gereja Katolik mengenai pertambangan. Sikap Gereja Katolik yang dimaksudkan di sini tidak lain tidak bukan adalah sikap hierarki Gereja Katolik. Masih saja ada elite politik dan elite kekuasaan memperlihatkan sikap yang acuh terhadap masalah tambang yang telah menjadi keprihatinan pastoral Gereja Katolik dalam 10 tahun terakhir di Flores dan Lembata.

Posisi Gereja Katolik dalam masalah tambang mulai dari Lembata hingga Flores bagian barat sudah sangat jelas yakni menolak pertambangan dengan berbagai alasan yang rasional. Di Keuskupan Ruteng, misalnya, sejak ditahbiskan menjadi Uskup Ruteng 14 April 2010 di lapangan Motang Rua, Uskup Hubert Leteng telah memperlihatkan sikap tegasnya mengenai pentingnya menjaga keutuhan ciptaan dan menolak pertambangan serta mendorong umat untuk membangun solidaritas lintas batas. Hal ini sejalan dengan motonya: “Kamu semua adalah saudara” (Omnes Vos Frater Estis).

Tidak hanya berkata-kata, Uskup Hubert mengunjungi lokasi tambang dan mengadakan misa ekologis di lokasi tambang Soga, Kabupaten Manggarai dan di Nangarawa, Kabupaten Manggarai Timur. Tanggal 21 Juli 2010 Uskup Hubert mengadakan misa ekologis di Torong Besi, Reo dan 25 Juli 2010 mengadakan misa ekologis di Nangarawa. Terakhir Uskup Hubert mengunjungi masyarakat di Tumbak. Sebagai bagian dari komitmen yang sama, salah satu rekomendasi Sinode Keuskupan Ruteng awal 2014 adalah menolak pertambangan. Sinode itu dihadiri oleh wakil-wakil umat Katolik dari berbagai paroki di seluruh keuskupan. Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) sudah sangat intens mendampingi masyarakat.

Di balik perjuangan ini semuanya, kepentingan yang ingin dibela tidak lain adalah kepentingan umat Katolik itu sendiri, terutama kepentingan para petani di kampung-kampung. Di Torong Besi Uskup Hubert dalam kotbahnya mengatakan “ Bila tanah ini rusak dan tenggelam, apakah kamu bisa tinggal di langit dan mendapat makanan dari langit? Apakah kamu bisa merebut dan merampas tanah-tanah baru di wilayah lain? … Mintalah juga bantuan dan uluran tangan dari orang-orang lain, para pencita dan pelindung alam dan lingkungan hidup ini”.

Dialog masalah tambang di Manggarai Timur.
Dialog masalah tambang di Manggarai Timur.

Di Nangarawa dalam kotbahnya, Uskup Hubert mengatakan: “Manusia siapa pun dia dan apa pun dia, tidak mempunyai hak dan kuasa untuk menolak dan mengusir siapa pun dan apa pun dari tanah atau bumi tempat manusia tinggal dan hidup. Siapa pun dan melalui cara apa pun tidak memiliki hak dan kuasa untuk mengambil dan merebut, untuk mencaplok dan mengeksploitasi tanah warisan leluhur, tanah garapan, tanah olahan dan kebun tempat manusia menerima dan memperoleh rejeki kehidupan dari Tuhan”.

Saat ini para petani di kampung-kampung di mana lokasi tambang ada telah berteriak dan meminta uluran tangan dari orang lain. Di sinilah pentingnya kesadaran baru dibangun agar Gereja Katolik dipahami sebagai komunitas beriman yang merasa senasib dan sepenanggungan dengan para korban. Inilah titik star untuk membangun komunitas basis gerejani yang membebaskan dan komunitas basis sebagai komunitas perjuangan untuk terus mengulurkan tangannya membantu orang lain. Di sini diperlukan sikap solider untuk membela mereka yang menjadi korban dari keserakahan pembangunan.

Bentara, 19-9-2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s