Kopdit Serviam Makin Berkembang

Koperasi Kredit Serviam Ende mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2014 dan menganugerahkan penghargaan cincin dan kalung emas kepada para pendiri dan perintis Koperasi Kredit Serviam.

Oleh FRANS OBON

David Sola
David Sola

ENDE — Koperasi Kredit (Kopdit) Serviam Ende yang pada awalnya berkembang di lingkungan lembaga pendidikan asuhan Suster Ursulin makin bertumbuh pesat dan saat ini menjadi salah satu koperasi kredit yang cukup besar di Kabupaten Ende.

Saat ini Kopdit Serviam yang didirikan 9 Januari 1993 pasca gempa tektonik 12 Desember 1992 yang melanda Flores, telah memiliki anggota sebanyak 3.156 orang dengan rata-rata pertumbuhan anggota dalam tiga tahun terakhir berkisar 16-18 persen. Sebesar 57,7 persen anggota berusia 36 ke atas dan 34,4 persen adalah kaum muda dan usia 61 tahun ke atas 9,8 persen. Anggota laki-laki 1.664 orang dan perempuan 1.492 orang.

Pada Tahun Buku 2014, kekayaan Kopdit Serviam mencapai Rp19,9 miliar lebih, simpanan saham Rp9,1 miliar, simpanan non saham Rp7,7 miliar lebih, dan piutang anggota Rp12,9 miliar lebih.

Wakil Ketua Kopdit Serviam Andreas Ngea dalam sambutannya pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) TB 2014 di aula Biara Bruder St Konradus Ende, Minggu (22/2) meminta peserta RAT agar memberikan pikiran-pikiran kritis, kreatif, dan inovatif bagi pengembangan Kopdit Serviam ke depan. RAT mengambil tema “Membangun Komitmen Aksi, Membedah Tata Kelola Koperasi Kredit”.

“Kita harus menyatukan tekad bersama untuk membangun komitmen aksi dalam membedah tata kelola Kopdit Serviam agar menjadi lebih maju, modern dan berkelanjutan. Kita tentu tidak ingin koperasi ini berjalan di tempat,” kata Andreas.

Andreas menegaskan lagi pentingnya pengelolaan koperasi yang dilandaskan pada nilai-nilai, prinsip-prinsip dan komitmen serta rasa saling percaya.

“Jadikan momen ini untuk memperkokoh fondasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip perkoperasian, terus menumbuhkembangkan rasa saling percaya di antara kita, menggalang persatuan. Apapun masalah yang menimpa kopdit kita, akan kita hadapi bersama untuk mengatasinya,” katanya.

Kopdit Serviam, kata Andreas, telah tumbuh menjadi besar karena kesetiaan dan kecintaan para anggotanya yang dilandaskan pada prinsip-prinsip, nilai-nilai dan saling percaya.

“Kecintaan dan kesetiaan kita yang dibungkus ketat dengan kedisiplinan kita, ketangguhan kita, kecerdasan mengelola koperasi, kepedulian, kejujuran, kemandirian kita dalam berkoperasi. Itulah yang menjadikan koperasi kita hidup dengan penuh gairah dan penuh semangat sesuai dengan namanya Serviam,” kata Andreas.

Andreas menegaskan lagi bahwa komitmen anggota untuk melakukan perubahan, menggunakan inovasi teknologi informasi dalam sistem manajemen dan keuangan koperasi, serta semangat menangkap perubahan sebagai dampak dari perubahan lingkungan bisnis di sekitarnya.

“Eksistensi Kopdit Serviam berkaitan erat dengan komitmen kita sebagai anggotanya untuk membangun koperasi menjadi maju, modern dan berkelanjutan. Maju dimaknai dengan organisasi yang sehat, berkembang dan melakukan inovasi- inovasi,” katanya.

Modern dipahami sebagai komitmen organisasi untuk mengikuti perubahan zaman dan beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Inilah kunci sukses kita,” ujarnya.

Pada 9 Januari 2015, Kopdit Serviam berusia 22 tahun. Perjalanan panjang ini harus dapat mengingatkan kembali orang-orang yang telah berdedikasi dan berjuang mati-matian merawat benih koperasi agar bertumbuh semakin besar dan kuat.

Bendahara Puskopdit Flores Mandiri Paskalis X Hurint sebelum membuka RAT Kopdit Serviam menegaskan lagi perlunya koperasi kredit menggunakan sarana teknologi informasi dalam pengelolaan koperasi sehingga koperasi berkembang menjadi lembaga keuangan yang makin profesional.

Petronela Natalis Adan
Petronela Natalis Adan

“Sejak tahun 2015 ini gerakan koperasi kredit Indonesia mulai menggunakan sarana Sikopdit Online, meski masih dibutuhkan sarana pendukung lainnya yang harus dilakukan secara bertahap. Penggunaan sarana ini dimaksudkan agar akan tiba saatnya anggota koperasi kredit seluruh Indonesia dengan mudah mengakses dan mendapatkan pelayanan keuangan dari koperasi kredit,” kata Paskali X Hurint, akrab disapa Feri Hurint.

Feri mengingatkan anggota koperasi kredit untuk mengikuti betul perubahan-perubahan kebijakan di kalangan koperasi kredit, terutama terkait dengan Dana Perlindungan Bersama (Daperma).

“Berkaitan dengan pemberlakuan sistem pelayanan kopdit dan peraturan Daperma ini, Puskopdit Flores Mandiri mengimbau anggota Kopdit perorangan yang tidak aktif agar mulai mengaktifkan dirinya. Jangan sampai anggota terus mempertahankan hal yang salah dan menganggap hal itu benar,” katanya.

Feri mengajak anggota dan pengurus Kopdit Serviam agar terus membenahi dan memperbaiki sistem dan perilaku yang menyebabkan koperasi kredit jatuh dalam kesalahan yang sama. “Jangan sampai baik anggota maupun pengelola kopdit melakukan kesalahan yang sama, tapi tidak pernah menyadari kesalahan tersebut. Apabila kita menyadari kekeliruan, kemudian berupaya memperbaikinya, dengan sikap yang jujur, saling percaya, bertanggung jawab, solider satu sama lain, maka sesungguhnya kita telah menanam, menumbuhkan, mengembangkan dan melestarikan peradaban yang pada gilirannya mengantar kita kepada kesejahteraan bersama,” katanya.

Cincin Penghargaan

Dalam RAT Tahun Buku 2014 ini, pertama kalinya Kopdit Serviam memberikan penghargaan. Petronela Natalis Adan menerima kalung emas dan David Sola menerima cincin emas seberat 23 karat sebagai penghargaan atas jasa mereka yang ikut mendirikan, merintis, dan mengembangkan Kopdit Serviam. Penyerahan cincin kepada David Sola dilakukan Alo Belawa Kelen dan kalung emas kepada Petronela Natalis Adan diserahkan Ketua Yayasan Nusa Taruni Bhakti Ende Suster Kristofora OSU.

Andreas Ngea dalam sambutannya mengatakan, sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa dan pengabdian “orang-orang yang telah berdedikasi menanam benih koperasi kredit kita ini dan orang-orang yang sudah mati-matian merawat benih tersebut”.

Pengurus Koperasi Kredit Serviam Ende
Pengurus Koperasi Kredit Serviam Ende

Kopdit Serviam mulai tahun 2015 memberikan penghargaan berupa cincin emas kepada laki-laki dan kalung emas kepada perempuan masing-masing senilai 23 karat. Inilah pertama kali Kopdit Serviam memberikan penghargaan seperti ini setelah dibicarakan sejak 2012.
“Penghargaan ini tidak dapat dinilai dari materi yang kita berikan, tapi di atas segalanya kita lihat dari aspek nilai pemberian yang berangkat dari sebuah rasa syukur dan terima kasih kita kepada mereka,” katanya.

Paskalis X Hurint tentang pemberian penghargaan ini mengatakan, pemberian cincin dan kalung menunjukkan makna kesetiaan dalam tugas dan pengabdian untuk mengantarkan Kopdit Serviam hingga berkembang seperti saat ini

“Sesungguhnya gerakan koperasi kredit menyadari bahwa cincin dan kalung yang dianugerahkan ini tidak ada bandingannya dengan ide brilian pembentukan Kopdit Serviam dan tak ada bandingannya dengan pengorbanan mereka. Namun penghargaan ini merupakan wujud paling pas menyimbolkan kesetiaan,” kata Feri Hurint, yang juga Bendahara Kopdit Serviam.

Tidak Lupakan Sejarah

David Sola, salah satu pendiri Kopdit Serviam, mengatakan, Kopdit Serviam berkembang maju seperti saat ini karena adanya perubahan pola pikir. Awalnya Kopdit Serviam berkembang di lingkungan lembaga asuhan Suster Ursulin, tetapi kemudian keluar untuk menjangkau lebih banyak anggota.

David Sola mengatakan bangga melihat perkembangan yang ada dengan aset yang makin besar. “Pemberian cincin ini menunjukkan bahwa gerakan koperasi kredit tidak melupakan sejarah. Terima kasih kepada pengurus, manajemen, pengawasan atas penghargaan ini. Generasi penerus yang baik adalah generasi yang menghargai sejarah dan perjuangan masa lalu,” kata David.

Menurut David, ke depan semangat menabung harus lebih ditingkatkan. Pemahaman anggota mengenai koperasi masih kurang. Oleh karena pendidikan dasar dan pendidikan lanjutan terus menerus dilakukan agar anggota koperasi bisa memahami gerakan koperasi dengan lebih baik.

Fokus yang mesti jadi perhatian pengurus dan manajemen adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota dengan menciptakan skema kredit dengan bunga yang kecil. “Bunga kredit harus lebih rendah, sehingga meringankan beban anggota,” katanya.

Flores Pos, 23 Februari 2015 dan beberapa bagiannya ditambahkan kemudian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s