Inkopdit Berlakukan Sistem Baru Daperma

Mulai tahun 2015 Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) mulai memberlakukan sistem baru Daperma.

Oleh FRANS OBON

Puspo Cahyono
Puspo Cahyo Nugroho

ENDE – Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Jakarta tengah mensosialisasikan sistem baru pemberlakuan Dana Perlindungan Bersama (Daperma) kepada seluruh koperasi kredit di Indonesia, yang dalam rencananya sistem baru itu mulai diberlakukan pada tahun 2015. Sistem baru ini tidak terlalu banyak berbeda dengan sistem yang sebelumnya dan tetap berada pada satu prinsip yang sama sebagai bentuk solidaritas di kalangan anggota gerakan koperasi kredit.

General Manager Inkopdit Jakarta B. Puspo Cahyo Nugroho dan Manager Daperma pada Inkopdit Jakarta Joko Setiono menjadi narasumber pada lolakarya Daperma ini yang berlangsung, Kamis dan Jumat (26-27/2/2015) di Kantor Puskopdit Flores Mandiri. Lokakarya Daperma ini dihadiri 85 orang yang merupakan utusan pengurus dan manajer koperasi kredit primer di bawah Puskopdit Flores Mandiri. Kegiatan ini juga dilakukan menyongsong Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskopdit Flores Mandiri Tahun Buku 2014 yang dilaksanakan Jumat dan Sabtu (27-28/2/2015) di Hotel Flores Mandiri.

Puspo Cahyo Nugroho di Puskopdit Flores Mandiri, Kamis (26/2/2015) sebelum lokakarya mengatakan, Daperma adalah bagian integral dari gerakan koperasi kredit Indonesia. Sejak gerakan koperasi kredit diperkenalkan dan dikembangkan di Indonesia, Daperma menjadi bagian penting dalam usaha “memproteksi pinjaman dan santunan simpanan sehingga Daperma adalah arisan solidaritas anggota”.

Dalam jangka panjang, menurut Puspo, Daperma akan menjadi “semacam asuransinya koperasi kredit, namun memerlukan modal dan keahlian”.

“Daperma adalah bagian yang tak terpisahkan dari gerakan koperasi kredit di Indonesia dan menjadi salah satu dari 5 wajib gerakan koperasi kredit yakni pendidikan, audit, iuran solidaritas, Daperma dan interlending,” kata Puspo.

Perekat

Manajer Puskopdit Flores Mandiri, Mikhael Hongkoda Jawa mengatakan, Daperma adalah semacam perekat dalam gerakan koperasi kredit di Indonesia yang sudah ada sejak awal gerakan koperasi kredit di Indonesia.

“Ada beberapa perubahan kebijakan Daperma antara lain premi atau iuran Daperma utuk perlindungan simpanan dan pinjaman sesuai dengan ketentuan, peningkatan klaim santunan duka anggota (simpanan anggota dan perlindungan pinjaman anggota yang dilindungi), ketentuan lainnya menyangkut simpanan dan pinjaman anggota kopdit yang tidak lagi diakomodasi dalam perlindungan Daperma,” kata Mikhael.

Membedah Tata Kelola

Mikhael Hongkoda Jawa
Mikhael Hongkoda Jawa

Pada RAT Tahun Buku 2014, Puskopdit Flores Mandiri mengusung tema “Membangun Komitmen Aksi Membedah Tata Kelola Koperasi Kredit”. Koperasi kredit, kata Mikhael, sudah berkembang sedemikian pesat tetapi diperlukan refleksi yang terus menerus atas pengelolaan dan manajemen koperasi kredit. Refleksi yang terus menerus mesti dilakukan untuk mendapatkan inovasi baru dalam memajukan koperasi kredit.

“Tema ini ingin mendorong seluruh pengurus, pengawas, dan manajemen koperasi kredit untuk membedah kembali tata kelola koperasi kredit agar hal-hal positif ditingkatkan dan hal-hal yang belum optimal diperbaiki dan dimaksimalkan. Perhatian utama ke depan adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) pengurus, pengawas dan manajemen dan peningkatan kesadaran seluruh anggota sebagai pemilik koperasi kredit,” kata Mikhael.

Selain itu, ke depan akan dikembangkan sistem dan kontrol internal yang baik dan kapasitas pengelola harus ditingkatkan. Karena sumber daya manusia akan dapat mempengaruhi tingkat produktivitas koperasi kredit. Hal ini berimplikasi pada proses rekrutmen karyawan yang memiliki kualifikasi dan kualitas yang baik.

“Tata kelola yang baik amat diperlukan. Pengurus, pengawas, dan manajemen harus jadi panutan. Kalau mereka bermasalah, kopdit pasti bermasalah. Karena itu reputasi pengurus, pengawas dan manajemen harus baik,” katanya.

Mikhael mengatakan, tata kelola yang baik ini sudah sering dia sampaikan pada RAT di koperasi-koperasi primer. Hal ini penting karena “dinamika keorganisasian koperasi kredit di Indonesia berkembang sesuai dengan dinamika pertumbuhan dan perkembangan koperasi kredit. Intinya adalah bagaimana membangun tata kelola yang baik, melembagakan sistem kerja dengan menetapkan tata aturan yang jelas baik bagi fungsionaris maupun manajemen”.

Kaum Muda

Mikhael H Jawa (kiri) dan Puspo Cahyono
Mikhael H Jawa (kiri) dan Puspo Cahyono
Gerakan koperasi kredit di Flores ke depan haruslah bisa merangkul dan mengajak kaum muda untuk menjadi anggota koperasi kredit. Hal ini diperlukan untuk kaderisasi dan regenerasi dalam gerakan koperasi kredit. Partisipasi kaum muda ini penting agar mereka bisa memiliki kebiasaan merencanakan keuangan mereka, memiliki kebiasaan untuk menabung (saving habits), sehingga mereka menjadi arsitektur keuangan bagi diri mereka sendiri.

“Kaum muda harus dilatih untuk membuat perencanaan keuangan mereka, membiasakan diri menabung, dan menghilangkan budaya menghabiskan,” katanya.

Flores Pos, 27 Februari 2015

Satu pemikiran pada “Inkopdit Berlakukan Sistem Baru Daperma

  1. Tata kelola harus taat asas pada kebijakan yg dpt meningkatkan kesejahteraan anggota artinya tdk membuat anggota terbebani bunga yg tinggi serta pungutan-pungutan wajib diluar simpanan saham, biaya2 operasional yg tinggi yg tdk memberi nilai tambah pendapatan dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s