Natal dan Korupsi

ilustrasi
ilustrasi

Oleh Frans Obon

Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende merefleksikan Natal 2016 dalam kaitannya dengan korupsi dan mentalitas koruptif di Indonesia. Surat Gembala Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota menegaskan lagi dimensi terdalam dari peristiwa Natal bahwa Natal, Allah menjadi manusia dan masuknya Allah ke dalam situasi konkret kehidupan manusia, bukan hanya sekadar perayaan liturgis tahunan yang meriah dengan lagu-lagu dan ornamen Natal, melainkan harus dilihat dalam dimensinya yang terdalam sebagai peristiwa keterlibatan Allah dalam kehidupan manusia guna memulihkan harkat dan martabat manusia yang telah dirusakkan oleh dosa manusia baik dosa pribadi maupun dosa sosial.
Lanjutkan membaca “Natal dan Korupsi”

Membasuh Kaki-Kaki Telanjang

Oleh Frans Obon

ORANG-ORANG dari Kampung Nara harus pergi dua kali ke Gereja Stasi Wancang, Paroki Beanio, Kamis, 24 Maret 2016 meski cuaca cukup panas dan melewati jalan raya berbatu. Pada pagi hari, mereka pergi untuk melatih kor dan 12 orang di antaranya dilatih menjadi rasul untuk perayaan Kamis Putih.

Sebagian besar umat tidak kembali lagi ke Kampung Nara, yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari Stasi Wancang. Mereka menunggu di rumah-rumah sekitar Gereja karena mereka diminta hadir satu jam sebelum perayaan ekaristi Kamis Putih berlangsung. “Tidak boleh terlambat,” kata mereka.

Saya melihat kesibukan menjelang perayaan Kamis sore itu. Mereka takut terlambat bukan saja karena memang perayaan Kamis Putih menjadi tanggung jawab mereka, tetapi perayaan Kamis Putih kali ini memberi mereka nuansa dan suasana baru. Bangku-bangku di Gereja cukup tersedia. Sebagian diambil dari bangku Sekolah Dasar Katolik (SDK) Wancang dan sebagian lagi diambil dari Tambahan Ruang Kelas Golo Lao.
Lanjutkan membaca “Membasuh Kaki-Kaki Telanjang”

Gereja yang Berempati

Romo Emanuel Martasudjita
Romo Emanuel Martasudjita

Oleh FRANS OBON

AWAL JANUARI 2016, Gereja Katolik Keuskupan Ruteng menggelar pertemuan pastoral yang melibatkan para pastor paroki, pemimpin lembaga dan pemimpin tarekat serta tokoh-tokoh awam untuk merumuskan bersama implementasi hasil Sinode III Keuskupan Ruteng yang telah berlangsung secara bertahap mulai 2013 hingga 2015. Dari berbagai proses dalam Sinode III Keuskupan Ruteng dan kira-kira setelah 100 tahun usia Gereja Katolik Manggarai, Gereja Katolik Keuskupan Ruteng merumuskan identitas dirinya sebagai “Persekutuan umat Allah yang beriman Solid, Mandiri dan Solider.

Tahun 2016 adalah tahun pertama implementasi Sinode III dengan fokus pada tema liturgi yakni “Liturgi adalah sumber kerahiman ilahi dan puncak kehidupan umat beriman.” Tema ini sudah diuraikan dalam Surat Gembala Advent dan Natal Uskup Ruteng Mgr Hubert Leteng.

“Iman yang solid, mandiri, dan solider ini ingin kita wujudkan melalui aneka gerakan dan program pastoral dalam lingkaran 10 tahun. Dalam tahun pertama 2016, kita memusatkan diri pada liturgi. Sebab liturgi menurut Konsili Vatikan II merupakan sumber sekaligus puncak kehidupan Gereja. Seluruh karya pastoral Gereja terarah kepada persatuan mesra Allah dengan umat-Nya. Di lain pihak perjumpaan dengan Allah dalam liturgi menjadi sumber kekuatan hidup umat Allah sehingga “sehati-sejiwa dalam kasih” dan dapat mengamalkan kasih Allah dalam hidup sehari-hari,” kata Uskup Hubert.
Lanjutkan membaca “Gereja yang Berempati”

Gereja Harus Mencari yang Hilang

Romo Martin Chen
Romo Martin Chen

Oleh FRANS OBON

RUTENG — Rekoleksi dengan tema “Pelayanan pastoral yang murah hati dan menimba semangat kerahiman Allah”, membuka pertemuan pastoral post Natal Keuskupan Ruteng selama empat hari. Rekoleksi ini yang dibawakan Romo Emanuel Martasudjita, Ketua Fakultas Teologi Kepausan Wedabhakti dan Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berlangsung di aula Efata Ruteng, Senin (4/1).

Imam Kelahiran Bantul tahun 1962 ini merefleksikan mengenai Allah yang murah hati, penuh belas kasih, dan penuh kasih setia kepada umat-Nya, yang seharusnya menjadi sumber bagi pelayanan Gereja. Romo Martasudjita mencoba mencari makna biblis dari Allah yang maharahim dan belas kasih ini untuk mengantar para peserta pertemuan agar menemukan segi-segi yang serupa dalam pelayanan pastoral Gereja Keuskupan Ruteng.
Lanjutkan membaca “Gereja Harus Mencari yang Hilang”

Natal, Pilkada, dan Solidaritas

Oleh FRANS OBON

DALAM beberapa hari belakangan ini, pusat-pusat perbelanjaan baik pertokoan maupun swalayan di Ruteng sudah mulai dipadati para pembeli. Selain barang kebutuhan pokok, para pembeli memburu pernak-pernik Natal dan pakaian dan sepatu baru. Semua ini adalah rutinitas menjelang perayaan Natal setiap tahun. Hal ini tentu saja sisi lahiriah dari perayaan Natal. Namun gegap gempita Natal dalam hal-hal lahiriah seperti ini tidak boleh melupakan sisi kerohanian dari perayaan Natal.

Natal pertama-tama adalah solidaritas Allah dalam kehidupan manusia. Allah merasa solider dengan kehidupan manusia, Allah masuk ke dalam situasi manusia. Allah yang adalah cinta masuk ke dalam situasi kerapuhan dan kedosaan manusia dan Allah menebus kedosaan manusia agar manusia mendapatkan kembali fitrahnya yang telah dirusakkan oleh dosa.

Surat Gembala Advent dan Natal 2015 Keuskupan Ruteng mempertegas refleksi bahwa Allah adalah cinta, yang solider dengan situasi manusia. Oleh karena itu menurut surat gembala ini, “Natal adalah peristiwa cinta mesra Allah kepada kita manusia. Karena cinta Allah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita. Karena kasih-Nya yang begitu besar, Dia rela senasib dengan kita manusia, terlibat dalam suka duka hidup kita untuk mengantar kita menuju kepenuhan hidup ilahi. Karena belas kasih-Nya Dia tak segan masuk dalam lumpur kehidupan kita yang penuh dosa untuk menyucikan dan memberikan kepada kita masa depan baru yang indah”.
Lanjutkan membaca “Natal, Pilkada, dan Solidaritas”

Koperasi Kredit Sumbang Rp10 Juta ke Panitia Muspas

Ketua Koperasi Kredit Boawae, Petrus Lengi menyerahkan sumbangan kepada Vikjen Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr
Ketua Koperasi Kredit Boawae, Petrus Lengi menyerahkan sumbangan kepada Vikjen Keuskupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr

BOAWAE — Koperasi Kredit (Kopdit ) Boawae menyumbang Rp10 juta untuk penyelenggaraan Musyawarah Pastoral (Muspas ) VII Keuskupan Agung Ende di Mbay, ibu kota Kabupaten Nagekeo, September mendatang. Harian Flores Pos, edisi 21 April 2015 menyebutkan, sumbangan diserahkan Ketua Kopdit Boawae Petrus Lengi kepada Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuakupan Agung Ende Romo Cyrilus Lena Pr di Aula SMAK St Clemens Boawae, 18 April 2015.

Petrus Lengi mengatakan angka sumbangan memang kecil namun sumbangan ini adalah tanda bahwa semua anggota Kopdit Boawae turut mengambil bagian dan mendukung penyelenggaraan Muspas VII di Mbay.
Lanjutkan membaca “Koperasi Kredit Sumbang Rp10 Juta ke Panitia Muspas”

Uskup Agung Ende Canangkan Muspas VII

Oleh FRANS OBON

Uskup Vincent Sensi Potokota mencanangkan Muspas VII ditandai pemukulan gong, Minggu (1/3/2015)
Uskup Vincent Sensi Potokota mencanangkan Muspas VII ditandai pemukulan gong, Minggu (1/3/2015)
MBAY – Uskup Agung Ende Mgr Vincent Sensi Potokota mencanangkan dimulainya proses Musyawarah Pastoral (Muspas) VII di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Minggu, 1 Maret 2015. Muspas VII akan berlangsung di Mbay, 7-11 September 2015.

Perayaan ekaristi meriah digelar sebelum Uskup Sensi memukul gong tanda dimulainya proses Muspas VII. Lima tahun lalu, Juli 2010, Muspas VI diadakan di Ende, Kabupaten Ende, dihadiri 400 lebih utusan dari berbagai paroki, kelompok kategorial, komisi-komisi keuskupan, dan organisasi-organisasi Katolik serta para peninjau.
Lanjutkan membaca “Uskup Agung Ende Canangkan Muspas VII”