Proyek-Proyek yang Mubazir

ilustrasi
ilustrasi

Oleh Frans Obon

Media kembali memberitakan mengenai proyek-proyek pemerintah yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun tidak pernah dimanfaatkan atau mubazir. Contoh terakhir adalah tiga los pasar di Kota Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur tidak difungsikan (Flores Pos, 1 September 2016). Pasar ikan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (TPI) Amagarapati yang dibangun 2013, pasar buah Sarotari yang dibangun 2014, dan los pasar Terminal Weri yang dibangun bupati dan wakil bupati pada periode sebelumnya, dimaksudkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Bukan hanya tiga los pasar tersebut yang mubazir, tetapi masih ada los pasar lainnya yang dibangun 2013 dengan dana miliaran rupiah namun sama sekali tidak memberikan manfaat bagi masyarakat yakni los Pasar Demon Pagong di antara Desa Watotikaile dan Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong. Gedung-gedung pasar tersebut tidak dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi. Kepada media masyarakat mengeluh bahwa seandainya dana miliaran rupiah itu digunakan untuk membangun jalan raya atau infrastruktur di pedesaan, maka akan jauh lebih bermanfaat.
Lanjutkan membaca “Proyek-Proyek yang Mubazir”

Kepemimpinan dan Manajemen PDAM

peta kota labuan bajo

 

Oleh Frans Obon

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Manggarai Barat mempersoalkan seleksi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wae Mbeliling. Kalangan Dewan dengan penuh kekhawatiran menilai bahwa seleksi Direktur PDAM Wae Mbeliling yang dikesankan berlangsung tertutup berpengaruh pada tidak terselesaikannya persoalan air minum bersih yang mendera Kota Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat yang memang sudah akut masalahnya (Flores Pos 26 Agustus 2016).
Lanjutkan membaca “Kepemimpinan dan Manajemen PDAM”

YOGA Jilid II

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, 14 Februari 2014
Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, 14 Februari 2014

Oleh FRANS OBON

Ketika melantik Bupati Yoseph Tote dan Wakil Bupati Andreas Agas di Borong, 14 Februari 2014, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dalam sambutannya memberikan empat pesan sekaligus tugas kepada Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur ini yakni (1) masalah tanah calon lokasi bandara Tanjung Bendera perlu segera diselesaikan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari dan menghambat pembangunan; (2) membangun usaha perhotelan dalam kerja sama dengan dunia usaha dan masyarakat dalam kaitan dengan pengembangan pariwisata; (3) pembangunan infrastruktur jalan sehingga memudahkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat; (4) pembangunan sarana air bersih (Flores Pos 15 Februari 2014).
Lanjutkan membaca “YOGA Jilid II”

Perketat Kontrol Internal

Pejabat pemerintah Manggarai meninjau lokasi banjir di Reo.
Pejabat pemerintah Manggarai meninjau lokasi banjir di Reo.

Oleh FRANS OBON

Dalam apel pagi, Senin (3/2/2014) Wakil Bupati Manggarai Deno Kamelus mengumumkan nama-nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang belum menyelesaikan evaluasi rencana kerja tahun (RKT) 2013. Wabup Deno menyebutkan empat alasan yakni (1) adanya keterbatasan sumber daya untuk melakukan evaluasi sehingga pekerjaan tidak cepat diselesaikan; (2) mungkin memiliki kapasita tetapi menganggapnya tidak penting. Karena itu SKPD cenderung mengabaikan dan tidak menjadikannya prioritas untuk dikerjakan; (3) SKPD bekerja dengan suatu sistem sehingga jika satu bagian terganggu, otomatis mengganggu sistem secara keseluruhan; (4) akuntabilitas dipertanyakan oleh rakyat (Flores Pos, 5 Februari 2014).

Hal kedua adalah permintaan Bupati Manggarai dalam sambutan pelantikan pejabat eselon IV yang dibacakan Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Manggara Kasmir Sakir pada saat pelantikan pejabat eselon IV di Ruteng. Bupati minta para pejabat agar disiplin dalam menjalankan tugas, memahami tugas dan kewajiban, serta menggunakan waktu luang untuk membaca aneka aturan demi meningkatkan sumber daya. Hal-hal ini penting untuk menambah kapasitas dan kemampuan diri sehingga profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (Flores Pos, 5 Februari 2014).
Lanjutkan membaca “Perketat Kontrol Internal”

Pakta Integritas

Palntikan ansar

Oleh FRANS OBON

BUPATI Sikka Yoseph Ansar Rera mendapat kesempatan kedua untuk memimpin Kabupaten Sikka, sebuah kabupaten yang seringkali mencitrakan dirinya sebagai barometer demokrasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kendati klaim ini masih debatable (dapat diperdebatkan). Namun sebagaimana kabupaten lainnya di NTT, fakta menunjukkan bahwa kemajuan demokrasi itu tidak berjalan kompatibel dengan kemajuan ekonomi. Kabupaten Sikka masih harus berjuang melawan kemiskinan ekonomi dan belakangan masih harus berjuang pula mengurangi kasus-kasus korupsi.

Bupati Yoseph Ansar Rera pernah menjabat Wakil Bupati Sikka mendampingi Bupati Alex Longginus (2004-2009). Kemudian keduanya berpisah. Lalu, pada Pemilukada 2013, keduanya bertarung hingga putaran kedua. Bupati Ansar Rera bersama Wakil Bupati Paulus Nong Susar memenangkan pertarungan ini dengan meraih 74.988 suara dari total suara sah 145.414 dan Alex Longginus dan Fransiskus Diogo Idong meraih 67.839 suara atau selisih 7.149 suara.
Lanjutkan membaca “Pakta Integritas”

Disiplin Birokrasi

Para bidan di Manggarai menerima fasilitas kerja dari pemerintah
Para bidan di Manggarai menerima fasilitas kerja dari pemerintah

Oleh FRANS OBON

PEMERINTAH daerah di Flores dan Lembata mencoba melakukan upaya reformasi birokrasi dengan titik star menegakkan disiplin para pegawai negeri sipil. Penegakan disiplin itu pada umumnya dilakukan bulan-bulan pertama pemerintahan baru hasil Pemilukada. Namun, penegakan disiplin pegawai pada akhirnya tidak berhasil dan para pegawai kembali ke kebiasaan lama. Dari satu periode ke periode lainnya, penegakan disiplin birokrasi selalu menjadi wacana dan pelaksanaannya selalu temporal.

Kita menyebutkan beberapa contoh usaha pemerintah daerah di Flores dan Lembata untuk menegakkan disiplin di kalangan birokrasi. Pada tahun 2012, Bupati Ngada memberikan sanksi kepada para pegawai negeri sipil yang tidak disiplin masuk kantor. Sanksi yang diberikan tidak saja berupa teguran dan peringatan, tetapi para pegawai yang tidak berdisiplin disuruh berjalan kaki di Kota Bajawa (Bentara Flores Pos, 21 April 2012).
Lanjutkan membaca “Disiplin Birokrasi”

Tenaga Harian Lepas

Oleh FRANS OBON

MESKI masalah tanaga harian lepas itu ditemukan pada hampir semua kabupaten lama dan kabupaten baru, kita mengambil Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu contoh karena kebetulan dalam rapat, 21 Januari 2014, pemerintah Kabupaten Nagekeo membahas soal tenaga harian lepas ini. Bupati dan Wakil Bupati serta pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membicarakan masalah ini. Ada banyak usulan praktis setelah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nagekeo memaparkan jumlah tenaga harian lepas dalam enam tahun terakhir. Pada awal tahun 2014 ini Bupati Elias Djo mau membarui kontrak tenaga harian lepas melalui Surat Keputusan Bupati (Flores Pos, 28 Januari 2014).

Dari data-data yang diberikan BKD Nagekeo, kita melihat bahwa dalam kurun waktu enam tahun terakhir, jumlah tenaga harian lepas di Kabupaten Nagekeo meningkat. Kabupaten Nagekeo dibentuk Desember 2007, sehinnga data-data tenaga harian lepas itu dimulai tahun 2008. Dirincikan: tahun 2008 jumlah tenaga harian lepas 316 orang, tahun 2009 sebanyak 322 orang, tahun 2010 sebanyak 562 orang, tahun 2011 sebanyak 801 orang, tahun 2012 sebanyak 874 orang, tahun 2013 sebanyak 877 orang, dan tahun 2014 sebanyak 830 orang dan masih ada bagian yang belum memasukkan data tenaga harian lepas ke BKD.
Lanjutkan membaca “Tenaga Harian Lepas”