Melawan Prasangka


Pelantikan pengurus lingkungan dan komunitas basis di Paroki Onekore, Keuskupan Agung Ende, Flores.

Oleh FRANS OBON

MINGGU lalu saya berada di sebuah kampung di Manggarai. Masyarakat di Kampung Ponto, Desa Ladur, Kecamatan Cibal mendiskusikan dengan hangat isu yang menyebutkan bahwa ada orang yang sedang mencari organ tubuh anak. Dari mana datangnya isu itu? Tidak terlalu jelas. Tapi saya melihat kekhawatiran dan kecemasan terpancar kuat dari wajah-wajah mereka.

Tampaknya teknologi telah memproduksi isu sedemikian luas menjadi sesuatu yang sosial. Pengalaman pribadi menjadi pengalaman sosial. Isu tersebut disebarkan melalui short message system (SMS). Sebaran itu begitu cepat lantaran masyarakat pedesaan sudah memiliki handphone. Persentase yang memiliki handphone memang masih kecil, tapi informasi SMS itu disebarkan dari mulut ke mulut begitu cepat sejalan dengan mobilitas yang makin tinggi. Sepeda motor telah merambah sampai di desa-desa. Banyak pemuda desa menjadi tukang ojek di tengah keterbatasan lapangan kerja.
Lanjutkan membaca “Melawan Prasangka”

Iklan

Baju Baru Puskopdit


Ketua Puskopdit Yoseph Dopo pada acara pembukaan Rapat Anggota Khusus

Oleh FRANS OBON

Minggu lalu, dalam pertemuan dua hari (5-6 Februari 2011), para pengurus dan manajer koperasi kredit di bawah koordinasi Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) menggelar rapat anggota khusus untuk melakukan amandemen anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART). Yang paling signifikan dalam amandemen ini adalah soal perubahan nama dan hak suara dari koperasi kredit di tingkat primer. Sebab Puskopdit adalah lembaga sekunder, yang melakukan koordinasi dalam gerakan koperasi kredit.
Lanjutkan membaca “Baju Baru Puskopdit”

Gosip Politik


Demonstrasi pemilukada di Manggarai, Flores

Oleh FRANS OBON

TAHUN ini ada dua kabupaten di Flores yang menggelar pemilihan umum kepala daerah (pemilukada): Flores Timur dan Lembata. Sebenarnya Kabupaten Flores Timur sudah menyelenggarakan pemilukada tahun lalu, namun karena ada interpretasi yang keliru terhadap peraturan mengenai penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Flores Timur, maka pemilihan baru dilakukan tahun ini. Sebagai konsekuensi dari misinterpretasi ini, KPUD Flotim dirombak dan sebagian personelnya diganti.
Lanjutkan membaca “Gosip Politik”