Mengontrol Informasi

ilustrasi
ilustrasi

Oleh Frans Obon

Melarang pegawai negeri sipil memberikan informasi dan keterangan pers kepada media sebagai langkah mengontrol lalu lintas informasi di kalangan birokrasi pada tingkat lokal adalah kenyataan yang hampir ditemukan di semua birokrasi lokal di Flores khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya, bahkan mungkin pula di belahan lain dari Indonesia. Ada upaya dari pemimpin birokrasi lokal mengendalikan lalu lintas informasi kepada media dengan menerapkan kebijakan satu pintu pemberian informasi. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah mengendalikan informasi kepada media, sekaligus meredam kebisingan di kalangan birokrasi pemerintahan lokal.
Lanjutkan membaca “Mengontrol Informasi”

Iklan

Natal dan Korupsi

ilustrasi
ilustrasi

Oleh Frans Obon

Gereja Katolik Keuskupan Agung Ende merefleksikan Natal 2016 dalam kaitannya dengan korupsi dan mentalitas koruptif di Indonesia. Surat Gembala Uskup Agung Ende Mgr Vincentius Sensi Potokota menegaskan lagi dimensi terdalam dari peristiwa Natal bahwa Natal, Allah menjadi manusia dan masuknya Allah ke dalam situasi konkret kehidupan manusia, bukan hanya sekadar perayaan liturgis tahunan yang meriah dengan lagu-lagu dan ornamen Natal, melainkan harus dilihat dalam dimensinya yang terdalam sebagai peristiwa keterlibatan Allah dalam kehidupan manusia guna memulihkan harkat dan martabat manusia yang telah dirusakkan oleh dosa manusia baik dosa pribadi maupun dosa sosial.
Lanjutkan membaca “Natal dan Korupsi”

Miras dan Konflik

peta-ntt
Oleh Frans Obon

Di Kabupaten Sikka, minuman keras (miras) terutama miras lokal (moke) dianggap menjadi pemicu utama dari kasus kriminalitas, kasus pembunuhan, kasus perkelahian, dan kasus kecelakaan lalu lintas. Dikatakan pula, kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual juga dipicu minuman keras (Flores Pos, 31/12/2016). Maka solusi yang ditawarkan adalah perlu dibuat Peraturan Daerah (Perda) penertiban miras, pembatasan penjualan miras, dan pengaturan jadwal pesta yakni hari pesta hanya berlangsung satu hari.
Lanjutkan membaca “Miras dan Konflik”